
MIMPI MASA KECIL: Karina Aprillia berharap Layak Indonesia bisa menjadi platform buat kawan difabel mengembangkan potensi mereka di bidang fashion.
Akses lapangan kerja untuk penyandang disabilitas masih sangat terbatas. Kesetaraan terus diperjuangkan. Apa yang dilakukan Karina Aprillia, founder Layak Indonesia, menginspirasi. Dia menggandeng teman difabel untuk menjadi model clothing line miliknya. Juga, Onni House yang bekerja sama dengan Destiny Learning Center memberikan kesempatan magang buat penyandang disabilitas.
Gandeng Difabel sebagai Model
Sejak masih di bangku sekolah, Karina Aprillia, 26, punya impian mendirikan yayasan panti jompo untuk para lansia. Impian itu terus dia pendam hingga dirinya berkuliah. ”Saya kira itu cita-cita spontan seperti anak-anak kecil lainnya,” kenang Karina saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, pada awal Desember.
Cita-cita tersebut kemudian sedikit bergeser. Masih di bidang sosial, namun lebih concern pada kelompok penyandang disabilitas. Ceritanya, saat itu Karina mengamati kawan difabel tunanetra yang berjualan kerupuk keliling dengan berjalan kaki. ”Saya mikir itu sangat berisiko buat dia. Misalnya, risiko kecelakaan dan lainnya,” ungkapnya.
Karina lantas bertekad untuk bisa memberikan kontribusi. Dia berupaya membangun sebuah ekosistem pemberdayaan difabel. Sampai akhirnya Karina beserta timnya mendirikan brand fashion Layak Indonesia. ”Pertimbangannya, ini sesuai dengan kemampuan dan passion saya,” ucapnya.
PENUH KECERIAAN: Para model difabel bersama tim Layak Indonesia setelah fashion show di Sama Dengan Coffee Antasari, Jakarta Selatan (28/10/2023).
Jalur fashion dipilihnya untuk menyalurkan misi sosial pemberdayaan kelompok difabel. ”Sebenarnya bukan hanya pakaian. Tapi, menciptakan ekosistem fashion untuk kawan-kawan difabel,” katanya. Selain pakaian itu sendiri, juga digagas kelas fotografi, pembelajaran IT, hingga influencer agency.
Layak Indonesia memang baru berumur tiga bulan. Namun, mereka sudah menghelat agenda akbar perdana berupa fashion show dengan para penyandang disabilitas sebagai modelnya. Acara tersebut berlangsung pada 28 Oktober lalu, tepat di Hari Sumpah Pemuda. Pada saat itu ada sekitar 20 talenta model difabel yang berpartisipasi.
Selain bekerja sama dengan sekolah luar biasa (SLB), mereka membuka pengumuman lewat akun media sosial (medsos) @layakofficial. ”Alhamdulillah, responsnya bagus. Yang daftar banyak,” kata Karina.
Orang tua anak-anak difabel itu juga sangat mendukung. Sebab, ada media atau kesempatan yang tepat untuk menyalurkan hobi fashion anak-anak mereka. Sebagian peserta lainnya mendapatkan pelatihan make-up. Sejumlah peserta bahkan datang dari luar Jakarta. Antara lain, Solo dan Surabaya.
Karina menuturkan, tidak sulit melatih mereka jadi model fashion show. Seharian mereka dibekali ilmu dan dipandu bagaimana cara jalan dengan percaya diri. Busana yang diperagakan merupakan produk Layak Indonesia.
Halaman tengah Sama Dengan Coffee Antasari, Jakarta Selatan, yang dilengkapi kolam menjadi ”runway” para model. Mereka melenggang dengan anggun dan ceria. Karina bahagia melihat penampilan mereka dan bersyukur bisa memberikan wadah bagi para difabel di bidang fashion.
Kegiatan fashion show yang diselenggarakan Layak Indonesia itu menjadi perbincangan hangat. Hingga kemudian diundang tampil di event fashion show yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM pada November.
Saat ini busana dari Layak Indonesia dijual lewat marketplace. Namun, produksinya belum terlalu banyak. Model busananya simpel dan timeless, bisa dipakai oleh siapa saja.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
