
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
JawaPos.com – Penyakit jantung menjadi juara dari delapan penyakit katastropik yang membuat biaya atau beban Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) membengkak.
Sedikitnya ada 20 persen atau Rp 12 triliun setiap tahun dari total pembiayaan BPJS Kesehatan untuk menanggung penyakit katastropik. Kementerian Kesehatan di tahun 2016 pernah menyebutkan beban untuk menanggung penyakit jantung mencapai Rp 6,9 triliun per tahun.
Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Iwan Dakota menjelaskan ada beberapa alasan penyakit jantung dan kardiovaskular membuat beban biaya BPJS membengkak.
Hal itu termasuk berbagai kategori penyakit jantung, dimulai dari penyakit bawaan atau penyakit jantung anak, penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung, dan lain.
“RS kami ini kan rujukan tersier, pasien yang datang hanya yang berat-berat saja. Tetapi paling tidak, catatan saya ada 5-10 persen pasien penyakit jantung meningkat di era degeneratif saat ini. Itupun tersebar di rumah sakit lainnya karena sudah banyak rumah sakit yang bisa mengambil alih atau menangani pasien penyakit jantung,” katanya kepada JawaPos.com, Senin (27/11).
Iwan menjelaskan ada beberapa alasan mengapa penyakit jantung menjadi penyakit nomor satu yang membuat beban BPJS membengkak. Apalagi saat ini, tren penyakit jantung bergeser ke usia yang lebih muda.
1. Selalu Berujung dengan Tindakan. Klaim untuk penyakit jantung rata-rata relatif tinggi kalau dengan tindakan. Dan memang, penyakit jantung rata-rata selalu berakhir dengan tindakan. Dari mulai pemasangan ring atau cincin, bypass, pemasangan katup dan lainnya. “Selalu berujung tindakan atau operasi, tak bisa hanya dengan pemberian obat. Penyakit jantung memerlukan tindakan baik tindakan bedah dan nonbedah. Itulah mengapa high cost,” kata Iwan.
2. Pasien Harus Rawat Inap Bolak-balik. Iwan menjelaskan ada tahapan atau tindakan yang membuat pasien harus bolak-balik dirawat inap. Frekuensinya bahkan bisa bolak-balik 1 bulan minimal 2 kali. “Bayangkan kalau 1 bulan 2 kali bolak-balik, lalu dirawat inap 5 hari. Atau bolak-balik lebih dari 3 kali berulang, tentu itu menambah cost lagi,” jelas Iwan.
3. Rerata Biaya Operasi Jantung. Operasi jantung anak atau penyakit jantung bawaan bisa mencapai Rp 300 juta. Untuk tindakan By Pass Rp 80-100 juta, pemasangan cincin Rp 20-80 juta. “Jantung anak itu bawaan, harus operasi bukan cuma satu kali. Dan itu ditanggung BPJS,” kata Iwan.
4. Era Degeneratif. Iwan menjelaskan era degeneratif membuat penyakit akibat gaya hidup yang salah membuat jumlah pasien naik. Semakin banyak pasien, tentu membuat beban BPJS semakin tinggi. “Penyakit menular atau infeksi karena berkembangnya antibiotik justru menurun. Justru penyakit-penyakit degeneratif noninfeksi yang akan berkembang, atau penyakit katastropik,” tegas Iwan.
5. Teknologi di Indonesia Semakin Canggih. Seiring perkembangan teknologi kesehatan di Indonesia, membuat pasien tindakan diagnostik dan operasi jantung bertambah. Karena dulu, pasien memilih operasi di luar negeri tetapi saat ini sudah menggunakan fasilitas BPJS. “Itulah mengapa penyakit jantung berbiaya tinggi dan hampir semua bedah jantung kini bisa dilakukan di Indonesia,” papar Iwan. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022