
Ilustrasi penderita stroke. (jcomp/Freepik).
JawaPos.com - Lonjakan biaya perawatan untuk penyakit serius seperti stroke, jantung, dan kanker terjadi cukup serius. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, biaya pengobatan untuk ketiga penyakit tersebut tercatat hingga tiga kali lipat.
Berdasarkan data Allianz, sepanjang periode 2020 hingga 2025, biaya perawatan stroke mengalami kenaikan lebih dari 2,5 kali lipat. Sementara itu, biaya pengobatan kanker meningkat lebih dari dua kali lipat. Kenaikan paling tinggi terjadi pada penyakit jantung yang melonjak hingga tiga kali lipat dalam periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko finansial akibat penyakit kritis semakin besar dan tidak bisa diabaikan. Tanpa perlindungan yang memadai, biaya pengobatan berpotensi menguras tabungan bahkan mengganggu stabilitas keuangan keluarga.
Di sisi lain, tren kenaikan biaya kesehatan secara umum juga terus terjadi. Laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits memperkirakan biaya medis akan meningkat sekitar 12,5 persen di Asia dan mencapai 17,8 persen di Indonesia. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi umum yang hanya berada di kisaran 2,5 persen.
Inflasi medis di Indonesia sendiri menunjukkan tren naik dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebesar 15,9 persen, lalu meningkat menjadi 17,9 persen pada 2025. Kenaikan ini semakin memperkuat tekanan biaya pada sistem layanan kesehatan dan perlindungan finansial masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, asuransi kesehatan menjadi salah satu instrumen penting dalam perencanaan keuangan. Perlindungan ini dinilai dapat membantu mengurangi beban biaya, terutama saat menghadapi penyakit dengan biaya pengobatan tinggi seperti stroke, kanker, dan jantung.
Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz, menyatakan bahwa di tengah berbagai ketidakpastian, Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru, Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM), sebuah solusi perlindungan kesehatan yang dirancang untuk memberikan proteksi esensial dan membantu masyarakat menghadapi lonjakan biaya medis.
“Melalui APM, tujuan kami adalah membantu nasabah mempertahankan perlindungan kesehatannya secara berkelanjutan sepanjang hidup. Dengan mengelola kenaikan biaya secara cermat sejak saat ini, perlindungan dapat tetap terjangkau dan berkelanjutan hingga masa mendatang, ketika layanan kesehatan paling dibutuhkan," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas, menyebut bahwa produk asuransi kesehatan juga diarahkan untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat di tengah meningkatnya biaya layanan medis, sekaligus tetap sejalan dengan prinsip perlindungan jangka panjang.
Produk yang ditawarkan umumnya memberikan beberapa pilihan rencana perlindungan dengan cakupan wilayah hingga regional, seperti Asia dan Australia. Selain itu, terdapat pula skema berbagi risiko pada beberapa plan tertentu yang bertujuan menekan potensi penggunaan layanan medis berlebihan, sehingga membantu menjaga stabilitas biaya premi di masa mendatang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
