ilustrasi orang yang tinggi. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Dari meraih rak paling atas dengan mudah hingga menonjol di tengah keramaian, tinggi badan sering kali tampak sebagai ciri yang sangat diinginkan.
Tetapi menjadi tinggi tidak selalu menjamin kesehatan yang lebih baik.
Menurut studi National Institutes of Health, tinggi badan dikaitkan dengan risiko kondisi kesehatan tertentu.
Dilansir ndtv, berikut lima masalah kesehatan yang kurang dikenal yang lebih mungkin dihadapi oleh orang-orang tinggi.
Menurut European Journal of Medical Research, masalah jantung seperti fibrilasi atrium dan tromboembolisme vena lebih sering terjadi pada pasien yang bertubuh tinggi.
Orang yang lebih tinggi memiliki tubuh yang lebih besar dan pembuluh darah yang lebih panjang. Jantung harus memompa darah dalam jarak yang lebih jauh, terutama ke otak.
Hal ini dapat sedikit meningkatkan beban kerja jantung. Namun, kebugaran yang baik, diet, dan pengendalian tekanan darah berperan besar dalam kesehatan jantung.
Baca Juga: Tak Perlu Repot Berburu Logam Mulia, 4 Shio Ini akan Dihujani Emas di Tahun Kuda Api 2026
Pada individu yang tinggi, berat badan dan gerakan menciptakan lebih banyak tekanan pada persendian seperti lutut, pinggul, dan tulang belakang.
Seiring waktu, beban ekstra ini dapat menyebabkan keausan yang lebih cepat.
Lalu dapat meningkatkan kemungkinan nyeri sendi, radang sendi dini, dan masalah punggung jangka panjang.
Anda mungkin berpikir bahwa orang tinggi tampaknya memiliki keuntungan karena paru-paru yang lebih besar berarti kapasitas yang lebih besar.
Baca Juga: Tak Perlu Repot Berburu Logam Mulia, 4 Shio Ini akan Dihujani Emas di Tahun Kuda Api 2026
Namun, postur tubuh yang buruk seperti membungkuk dapat membatasi gerakan dada.
Masalah tulang belakang juga dapat memengaruhi efisiensi pernapasan, menyebabkan sesak napas selama beraktivitas, bahkan ketika paru-paru itu sendiri sehat.
Tinggi badan sering kali disertai dengan anggota tubuh yang panjang, yang memiliki pro dan kontra dalam olahraga.
Lengan dan kaki yang lebih panjang bertindak seperti tuas yang lebih panjang. Selama olahraga, ini meningkatkan tekanan pada otot dan ligamen, terutama di lutut dan pergelangan kaki.
Belokan mendadak, lompatan, atau jatuh dapat menyebabkan lebih banyak tekanan, membuat orang tinggi lebih rentan terhadap robekan ligamen dan cedera otot.
Tulang belakang adalah area lain di mana tinggi badan dapat menjadi kelemahan.
Tulang belakang yang lebih panjang menanggung lebih banyak beban dan tekanan.
Tulang belakang yang lebih tinggi berarti lebih banyak tekanan pada cakram di antara tulang-tulang punggung.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
