Ilustrasi penyakit kuning. (fahum.umsu.ac.id)
JawaPos.com - Penyakit kuning atau dalam istilah medis disebut jaundice (ikterus), yaitu kondisi ketika kulit dan bagian putih mata tampak berwarna kuning. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam sirkulasi darah.
Dikutip dari Alodokter, pada bayi yang baru lahir kondisi ini masih tergolong umum dan wajar terjadi. Gejala ini mungkin muncul saat bayi berusia 2–4 hari dan akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika penyakit kuning tidak membaik hingga lebih dari 14 hari, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Penyakit kuning merupakan tanda adanya masalah kesehatan lain, sehingga kondisi ini bisa dirasakan siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa. Jika orang di sekitar kita ada yang mengalami sakit kuning, maka segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Penyebab Penyakit Kuning
Beberapa penyebab umum penyakit kuning antara lain proses pemecahan sel darah merah berlebihan (hemolisis), gangguan pada organ hati (seperti hepatitis atau sirosis), penyumbatan saluran empedu (misalnya karena batu empedu atau tumor).
Pada faktor penyebab yang terakhir, normalnya bilirubin diproses oleh hati lalu dikeluarkan melalui empedu, urine, dan feses. Namun, ketika terjadi gangguan pada hati, saluran empedu, atau proses metabolisme bilirubin, zat ini akan menumpuk dalam darah sehingga timbul gejala penyakit kuning.
Dikutip dari Alodokter, bayi yang memiliki kadar bilirubin hingga 25 mg/dL atau lebih perlu mendapatkan penanganan segera. Jika tidak, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan otak, gangguan pendengaran hingga penyakit cerebral palsy.
Namun, beberapa kasus penyakit kuning pada bayi disebabkan fungsi hati (liver) mereka yang belum berkembang sempurna. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan membaik dengan perawatan khusus.
Cara Penanganan Penyakit Kuning
Secara umum, penanganan terhadap orang yang mengalami penyakit kuning dibedakan berdasarkan usia. Dikutip dari Halodoc, jika bayi mengalami ikterus dengan tingkat sedang hingga berat, dokter bisa memberikan makanan tambahan atau suplemen untuk membantu menurunkan kadar bilirubin.
Selain itu, mungkin akan disarankan untuk mengambil tindakan fototerapi. Fototerapi yaitu prosedur dengan sinar khusus yang berfungsi memecah bilirubin di kulit agar lebih mudah dikeluarkan tubuh.
Pada kasus ikterus yang dipicu oleh ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi, transfusi protein darah mungkin diperlukan. Sementara itu, dalam kondisi yang parah dan tidak merespons terapi sebelumnya, dokter dapat melakukan prosedur transfusi tukar untuk menurunkan kadar bilirubin secara lebih cepat. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
