Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 14.00 WIB

Waspada Nyeri Dada: Bukan Selalu Serangan Jantung, Bisa Jadi GERD!

Ilustrasi Nyeri dada. (Foto: Freepik) - Image

Ilustrasi Nyeri dada. (Foto: Freepik)


JawaPos.com - Banyak orang langsung mengaitkan nyeri dada dengan serangan jantung. Padahal, nyeri dada tidak selalu berarti penyakit jantung yang mengancam nyawa. Ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Dilansir dari laman YouTube Kata Dokter, salah satu penyebab nyeri dada yang sering tidak disadari adalah GERD atau gastroesophageal reflux disease. 

GERD merupakan penyakit akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas seperti terbakar di dada. Kondisi ini semakin sering ditemui di masyarakat modern.

Mari kita bahas lebih lengkap mengenai penyebab, kebiasaan pemicu, hingga cara mengatasi GERD.

1. Naiknya Asam Lambung ke Kerongkongan

GERD terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan melemah sehingga asam lambung naik kembali. Akibatnya, penderita merasakan panas di dada (heartburn) dan mulut terasa pahit. Gejala ini sering muncul setelah makan atau saat berbaring.

2. Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu

Kopi, teh, cokelat, keju, makanan berlemak, dan makanan pedas dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Kandungan tersebut juga memperlambat pengosongan lambung sehingga risiko refluks semakin tinggi.

3. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Kebiasaan langsung berbaring setelah makan, merokok, konsumsi alkohol, serta pola tidur yang buruk dapat memperparah kondisi GERD. Obesitas juga menjadi faktor risiko utama karena tekanan di area perut meningkat.

4. Stres dan Faktor Psikologis

Produksi asam lambung sangat dipengaruhi kondisi emosional. Stres, cemas, dan kurang mampu mengendalikan diri dapat memperburuk gejala. Menjaga ketenangan batin, seperti dengan doa, meditasi, atau olahraga ringan, terbukti membantu meredakan keluhan.

Cara Pencegahan dan Penanganan GERD

1. Perubahan Pola Hidup

Mengatur pola makan dengan porsi kecil tetapi sering, menghindari makanan pemicu, serta tidak langsung berbaring setelah makan adalah langkah sederhana yang efektif. Selain itu, menjaga berat badan ideal sangat dianjurkan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore