Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 15.26 WIB

Fakta Vasektomi: Proses, Pemulihan, dan Pengaruh pada Kehidupan Seksual

Ilustrasi pasangan. (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan. (Freepik)

JawaPos.com - Vasektomi adalah prosedur medis yang menghentikan sperma agar tidak keluar bersama penis. Tanpa sperma, cairan semen yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak dapat menyebabkan kehamilan. Karena itu, vasektomi dianggap sebagai metode kontrasepsi yang efektif.

Tahap pertama pemulihan vasektomi adalah memberi kesempatan pada area operasi untuk sembuh. Vasektomi dengan pisau bedah biasanya dilakukan dengan dua sayatan kecil di skrotum, kemudian ditutup dengan jahitan.

Pada metode tanpa pisau bedah, dokter hanya membuat lubang kecil di skrotum. Teknik ini umumnya mempercepat penyembuhan dan menurunkan risiko komplikasi.

Apapun metodenya, luka harus benar-benar pulih sebelum kembali berhubungan seksual. Proses ini biasanya berlangsung kurang dari 2 minggu, meski pada sebagian orang bisa lebih lama.

Selain luka, rasa sakit dan pembengkakan juga bisa mengganggu aktivitas seksual meskipun area operasi sudah menutup. Sebaiknya hindari hubungan seksual sampai gejala tersebut benar-benar hilang.

Berhubungan terlalu cepat dapat memperburuk luka dan memperlambat pemulihan.

Kapan pria menjadi steril sepenuhnya setelah vasektomi?

Dilansir melalui Medical News Today, sterilitas total biasanya baru tercapai sekitar 3 bulan setelah vasektomi, yaitu saat jumlah sperma sudah benar-benar nol.

Pada fase ini, seseorang masih bisa ejakulasi seperti biasa, tetapi cairannya tidak lagi mengandung sperma.

Selama 3 bulan pertama, jumlah sperma masih cukup untuk menyebabkan kehamilan. Karena itu, meskipun luka operasi sudah sembuh, penggunaan kontrasepsi tambahan tetap diperlukan untuk mencegah kehamilan.

Vasektomi sangatlah efektif. Penelitian memperkirakan tingkat keberhasilannya mencapai 98–99% dengan risiko komplikasi yang rendah.

Apa saja dampaknya terhadap seks dan fungsi seksual?

Setelah pemulihan total, vasektomi tidak menimbulkan perubahan pada fungsi seksual. Jumlah sperma yang nol tidak memengaruhi cara kerja organ reproduksi.

Kenikmatan seksual maupun gairah tidak seharusnya berubah. Pada beberapa ejakulasi pertama, mungkin terasa tidak nyaman, tetapi biasanya akan hilang seiring waktu. Jika rasa sakit terus berlangsung, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Komplikasi jangka panjang jarang terjadi. Meski dulu ada kekhawatiran vasektomi dapat meningkatkan risiko kanker prostat, penelitian besar yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine membuktikan hal tersebut tidak benar.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore