Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 September 2024 | 16.41 WIB

Susu Kedelai Sebagai Alternatif Pengganti Susu Sapi, Apakah Baik untuk Tubuh Bila Dikonsumsi Setiap Hari?

Ilustrasi susu kedelai. (Freepik) - Image

Ilustrasi susu kedelai. (Freepik)

JawaPos.com – Susu kedelai merupakan minuman berbahan dasar nabati yaitu kedelai yang diolah dengan dihaluskan dan diambil sarinya. Dalam konteks diet yang lengkap, susu kedelai dapat menjadi sumber vitamin dan mineral yang sangat baik.

Dari semua susu nabati, susu kedelai yang difortifikasi memiliki kandungan nutrisi yang paling mirip dengan susu sapi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kekhawatiran akan keamanan susu kedelai.

Melansir USA Today, berikut dipaparkan beberapa kesalahpahaman umum seputar minuman nabati yang bergizi tinggi ini. Amelia Sherry, seorang ahli gizi di Sekolah Kedokteran Amerika Serikat Mount Sinai menjelaskan bahwa susu kedelai bisa menjadi alternatif yang baik bagi orang-orang yang tidak mau mengkonsumsi susu sapi.

Susu kedelai mengandung semua asam amino yang diperlukan, kaya protein, rendah lemak jenuh, dan tinggi kalium serta senyawa tanaman yang disebut isoflavon, yang baik untuk kesehatan jantung,” ungkap Sherry.

Nilai gizi yang tepat dari susu kedelai akan tergantung pada apakah minuman tersebut diperkaya dengan nutrisi penting, dan apakah minuman tersebut dimaniskan atau tanpa pemanis. Susu kedelai yang diolah dengan baik dan tanpa diberi pemanis tambahan, dapat menjadi sumber vitamin B6, folat, magnesium, dan zinc.

Apakah aman minum susu kedelai setiap hari?

Salah satu kesalahpahaman terbesar seputar susu kedelai adalah bahwa susu kedelai dapat memengaruhi kadar estrogen dan testosteron pada pria.

“Kami tidak memiliki bukti yang dapat diandalkan bahwa fitoestrogen, atau dikenal sebagai isoflavon, yang ditemukan dalam susu kedelai berdampak pada tingkat estrogen dalam tubuh,” kata Sherry.

Kesalahpahaman lain yang banyak diperbincangkan adalah bahwa mengkonsumsi produk kedelai meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Hingga saat ini, penelitian tidak menunjukkan adanya bahaya dari mengonsumsi kedelai pada manusia, dan manfaat kesehatannya tampaknya lebih besar daripada potensi risikonya, demikian menurut American Cancer Society.

Bukti terbaru menunjukkan bahwa isoflavon sebenarnya dapat menurunkan risiko kambuhnya kanker payudara atau kematian, menurut sebuah penelitian pada tahun 2024.

Minum susu kedelai setiap hari umumnya dianggap aman dan bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti jumlah asupan gula dan bahan-bahan lain yang terkandung dalam susu kedelai.

Oleh sebab itu, Sherry menyarankan untuk mengkonsumsi susu kedelai tanpa gula sebagai asupan harian. Ada pun konsumsi susu kedelai juga tetap perlu diimbangi dengan makanan bergizi lainnya, seperti buah dan sayur, untuk dapat tetap mencukupi nutrisi yang diperlukan tubuh.

Manakah yang lebih sehat, susu kedelai atau susu sapi?

Baik susu kedelai maupun susu sapi memiliki kandungan nutrisinya masing-masing. Kedelai sendiri dikenal sebagai protein nabati rendah lemak. Sementara sapi dikenal sebagai sumber protein hewani yang tinggi lemak.

Tapi, tak cuma kandungan lemak yang jadi penentu. Kamu juga perlu memahami beda nutrisi susu kedelai dan susu sapi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore