Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 November 2023 | 13.10 WIB

Ketahui Penyebab dan Tips Mengurangi Sakit Perut Setelah Makan Es Krim Secara Berlebihan

Ilustrasi sakit perut. (Istimewa) - Image

Ilustrasi sakit perut. (Istimewa)

JawaPos.com – Es krim merupakan makanan favorit bagi banyak orang karena diketahui memiliki rasa yang segar, lembut, manis, dan memiliki beragam varian rasa.

Namun, ada beberapa orang yang tidak menyukai es krim karena efek yang ditimbulkan jika mengonsumsi makanan tersebut dapat menyebabkan nyeri perut bahkan kram perut. 

Nyeri perut usai makan es krim terkadang disebabkan karena laktosa atau alergi susu. Dua kondisi tersebut sering menjadi kesalahpahaman karena keduanya menimbulkan gejala yang hampir sama.

Es krim pada dasarnya terbuat dari bahan susu, yang menyebabkan berbagai reaksi tergantung pada kondisi kesehatan seseorang. Jika mengalami sakit perut yang parah setelah makan es krim, disarankan segera untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dilansir dari Livestrong, berikut informasi mengenai alasan mengapa seseorang mengalami nyeri perut setelah makan es krim dan saran yang bisa dilakukan untuk meredakan ketidaknyamanan tersebut.

Penyebab Sakit Perut Setelah Makan Es Krim

- Gangguan laktosa 

Jika merasa sakit perut usai mengonsumsi aneka olahan susu, bisa jadi karena menderita gangguan laktosa. Setiap olahan susu mengandung kadar laktosa yang berbeda, jenis gula terdapat dalam susu.

Saat tubuh kurang memproduksi enzim laktase, tubuh tidak mampu memecah molekul laktosa, yang menyebabkan timbulnya keluhan nyeri perut.

Gangguan pada laktosa akan terasa seperti kembung, kembung, kram, atau diare. Gejala ini biasanya timbul 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi produk susu.

- Alergi susu

Alergi susu dapat menyebabkan sakit perut setelah mengonsumsi es krim dan produk susu lainnya, sering kali diikuti dengan gejala lain, seperti gatal-gatal, ruam, muntah, buang air besar berdarah, atau kesulitan bernapas.

Suatu gejala alergi susu bisa diketahui melalui tes darah dengan mencari antibodi Immunoglobin E (IgE) yang ada pada darah.

Gejala yang ditimbulkan dari alergi susu muncul dalam waktu dua hingga tiga jam setelah mengonsumsi produk susu. Jenis dan tingkat keparahan gejala tersebut berbeda pada setiap orang.

- Gula

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore