Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 April 2023 | 22.54 WIB

30 Persen Perempuan Alami Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Aroma buang air kecil tak sedap bisa menandakan ada yang tak beres dengan kesehaatan Anda. - Image

Aroma buang air kecil tak sedap bisa menandakan ada yang tak beres dengan kesehaatan Anda.

JawaPos.com–Menjelang libur Lebaran banyak yang melakukan perjalanan mudik. Baik menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara.

Sering kali juga tidak sedikit suka menahan buang air kecil selama di perjalanan. Jika ada yang suka begitu, hati-hati dan stop mulai sekarang. Karena bisa menyebabkan risiko infeksi saluran kemih, nyeri pada kandung kemih, atau batu saluran kemih bahkan sampai penurunan fungsi ginjal.

Nah, infeksi saluran kemih menjadi penyakit urologi yang sering dialami perempuan. Pakar urologi dan konsultan Urologi Fungsional, Perempuan dan Neurourologi (Functional, Female and Neurourology) Harrina E. Rahardjo dari Siloam Hospitals ASRI mengatakan, dari beberapa jenis penyakit urologi yang ada, infeksi saluran kemih salah satu penyakit yang sering dialami perempuan. Sebanyak 30 persen, perempuan pernah mengalami penyakit infeksi saluran kemih.

Setidaknya, lanjut dia, sekali mengalami infeksi saluran kemih. Secara global, kasus infeksi saluran kemih hampir sebanyak 150 juta per tahun.

Dokter yang juga menjadi guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menyebutkan, beberapa gejala yang perlu diwaspadai untuk infeksi saluran kemih. Yakni BAK  nyeri, anyang-anyangan (merasa sering ingin BAK, tetapi yang dikeluarkan hanya sedikit-sedikit), warna urine keruh, dan berbau.

”Jika kondisi itu terus berlanjut, bisa jadi saat kencing akan mengeluarkan darah dan pasien mengeluhkan demam dan nyeri pinggang. Segera konsultasikan hal demikian ke dokter,” tutur Harrina.

Harrina menyampaikan, segala macam penyakit jika tidak segera dilakukan pengobatan berdampak buruk dan menimbulkan komplikasi yang memperparah kondisi tubuh. Tak terkecuali kondisi LUTS (Lower Urinary Tract Symptoms) sebagai penyakit di bidang urologi.

”Segera berkonsultasi ke dokter apabila mulai muncul gejala LUTS, agar dokter dapat memeriksa dan menentukan penyebab dari gejala tersebut, mencegah komplikasi lebih lanjut dan memperbaiki kualitas hidup,” ujar Harrina E. Rahardjo.

”Saat seorang pasien berkonsultasi akan dilakukan beberapa langkah pemeriksaan agar tata laksana dapat dilakukan secara tepat. Langkah pertama yang dilakukan wawancara (anamnesis) dan observasi terkait dengan gejala yang dialami pasien. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan tambahan seperti uji laboratorium dan pemeriksaan pencitraan (imaging),” sebut Harrina.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore