Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Maret 2022 | 22.15 WIB

Ahli Ungkap Manfaat Minum Racikan Madu Campur Jahe Hingga Serai

Minuman dari rebusan serai dan jahe ditambah es batu. - Image

Minuman dari rebusan serai dan jahe ditambah es batu.

JawaPos.com - Kekebalan tubuh, dapat pertahanan melindungi tubuh, terutama dari infeksi. Sistem kekebalan yang lemah bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Sejumlah bahan herbal diyakini dapat membuat imun tubuh lebih sehat dan dicampur dengan madu.

"Memanfaatkan madu dan bahan-bahan alami yang sering ditemui dan gunakan di dapur, dapat menjadi pilihan mudah bagi masyarakat untuk tetap sehat," kata ujar Commercial Head Combiphar Edy Haryanto secara virtual, Rabu (10/3).

Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mengatakan infeksi dalam tubuh memunculkan respons inflamasi atau peradangan sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh alami untuk melawan serangan penyakit. Meski memiliki fungsi yang baik, proses inflamasi yang terjadi dalam jangka panjang juga terkadang merugikan dan membahayakan bagi tubuh.

"Sehingga, mengurangi peradangan penting untuk dilakukan, salah satunya adalah melalui pemenuhan nutrisi yang mengandung zat-zat yang dapat menghambat terjadinya peradangan yang berlebihan,” kata Inggrid.

Menurutnya status nutrisi yang buruk atau defisiensi mikronutrien dan ketidakseimbangan status oksidan-antioksidan dalam tubuh seringkali dikaitkan dengan inflamasi dan stres oksidatif. Risiko infeksi juga meningkat, dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

“Melalui pengendalian defisiensi nutrisi dan perbaikan status antioksidan yang memadai, dapat meningkatkan respons imun pada fase infeksi. Tak hanya itu, mengonsumsi bahan makanan dengan kapasitas anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat tinggi juga dapat membantu membangun kekebalan yang optimal,” tambahnya.

Selain dengan mengonsumsi suplemen dan makanan sehat, memasukkan madu dan juga beberapa bahan herbal ke dalam daftar asupan, juga dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi, terutama mikronutrien, serta senyawa antioksidan tersebut. Bahkan, kombinasi madu dan beberapa jenis herbal yang diracik menjadi minuman mampu meningkatkan antioksidan serta memperbaiki kesehatan secara menyeluruh.

"Madu memiliki nutrisi seperti vitamin C, vitamin B, kalsium, protein, kalsium zat besi, dan bahan-bahan mineral lainnya serta senyawa-senyawa flavonoid dan asam fenolat, yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta dapat memberikan sifat antioksidan dan anti-inflamasi," katanya.

Lalu apa saja bahan herbal yang cocok dicampur dengan madu?

1. Jahe
Jahe memiliki efek imunomodulator serta sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

2. Sari jeruk nipis
Jeruk nipis mengandung vitamin C dan folat yang keduanya memiliki peran dalam mempertahankan integritas penghalang imunologis dan mendukung fungsi berbagai jenis sel kekebalan tubuh. Jeruk nipis juga memiliki berbagai jenis antioksidan, seperti kelompok senyawa polifenol, misalnya flavonoid.

3. Serai
Serai kaya akan vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, mangan, tembaga, seng, dan zat besi, serta minyak esensial yang mampu mengaktifkan limfosit T dan B yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

4. Temulawak
Temulawak berfungsi sebagai antioksidan dan agen anti-inflamasi, imunomodulator dengan meningkatkan respon sel T untuk pertahanan seluler dan sel B untuk produksi antibodi, dan meningkatkan kemampuan penangkal radikal bebas.

Cara Minum :
1. Meracik ramuan herbal didahului mencuci bahan-bahannya hingga bersih dalam air mengalir.
2. Jahe sebanyak 20 gram dan Temulawak sebanyak 10 gram, diiris-iris; serta 1 batang serai cukup digeprek; kemudian dimasukkan ke dalam 300 ml air mendidih; lalu rebus selama 10 menit dalam kuali tanah liat atau panci kaca atau panci stainless steel. Setelah kompor dimatikan, diamkan 5 menit agar berkurang panasnya, lalu saring dan tuang ke dalam gelas. Kemudian tambahkan 10 ml madu dan berikan perasan 1 buah jeruk nipis, aduk hingga merata.
3. Waktu terbaik mengonsumsinya adalah sebelum makan agar penyerapannya lebih baik, pada pagi hari dan sore hari.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore