
Photo
JawaPos.com – Akhir tahun angka khitan atau sunat mengalami peningkatan. Diantaranya karena libur panjang pergantian semester anak-anak sekolah. Salah satu teknik sunat adalah laser atau teknik electrical cauter. Tapi ternyata teknik ini tidak dianjurkan karena dinilai berbahaya.
Meskipun akrab disebut dengan istilah teknik laser, sejatinya tidak menggunakan sinar laser. Banyak orang mengira sunat laser itu menggunakan sinar laser. Tetapi faktanya menggunakan sebuah alat yang disebut electric cauter.
Alat tersebut berupa lempengan logam yang dipanaskan. Dengan dialiri listrik, ujung logam tersebut menjadi panas sampai berwarna merah. Sehingga dapat digunakan untuk memotong kulup. Tetapi karena teknik ini menggunakan logam yang dipanaskan, jika salah penggunaannya dapat menimbulkan resiko luka bakar.
Pemilik Rumah Sunat dr Mahdian Nur Nasution SpBS tidak menyarankan sunat dengan teknik electrical cauter. Sebab teknik tersebut berbahaya bagi yang disunat. Resiko paling fatal adalah penis bisa terpotong atau diamputasi karena kesalahan prosedur.
’’Teknik electrical cauter ini adalah metode yang paling berbahaya,’’ katanya Mahdian di Jakarta Senin (7/12). Sebab logam yang dipanaskan dan digunakan untuk memotong kulum bisa menyebabkan luka bakar pada bagian kelamin. Dia menjelaskan sejatinya electric cauter adalah alat bedah yang digunakan untuk memotong kulit atau pembuluh darah. Sehingga bisa meminimalisir pendarahan yang muncul.
Faktor lain yang membuat teknik ’’laser’’ itu tidak dianjurkan adalah karena sudah banyak alat electric cauter yang dimodifikasi sedemikian rupa. Ada yang berbentuk lempengan logam yang dipanaskan seperti pemanas air. Dengan adanya modifikasi tersebut, dikhawatirkan berdampak pada keamanan.
Mahdian mengatakan jika tetap ingin menggunakan teknik electrical cauter itu, harus dipastikan bahwa petugas yang melakukan adalah petugas medis yang tepat. Atau petugas ahli yaitu dokter spesialis bedah.
’’Kalau (teknik electrical cauter, Red) tepat menggunakannya, sangat bermanfaat. Karena sunat jadi cepat,’’ jelasnya. Kemudian proses menjahit lebih mudah dan resiko infeksi rendah. Tetapi jika penggunaannya salah bisa menimbulkan luka bakar. Efeknya bukan menyebabkan cepat sembuh, tetapi justru lebih lama sembuh dan merusak jaringan kulit pada penis.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
