Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Juli 2020 | 20.38 WIB

Baby Blues Biasa Terjadi pada Masa 2 Minggu Pertama Melahirkan

Ilustrasi seorang ibu sedang menggendong anaknya usai melahirkan. Perubahan mood negatif pada ibu yang baru melahirkan perlu diwaspadi sebagai gejala awal baby blues. (Medical News Today) - Image

Ilustrasi seorang ibu sedang menggendong anaknya usai melahirkan. Perubahan mood negatif pada ibu yang baru melahirkan perlu diwaspadi sebagai gejala awal baby blues. (Medical News Today)

JawaPos.com - Semangat dan dukungan harus diberikan kepada para ibu yang baru saja melahirkan di masa pandemi Covid-19 saat ini. Sebab mereka mengalami tekanan dan beban ganda kecemasan atas penyebaran virus yang tak kunjung selesai. Suami dan keluarga besar hingga sahabat adalah garda terdepan yang bisa membantu ibu.

Psikolog Kasandra Putranto menjelaskan Baby Blues adalah gangguan mood yang terjadi setelah melahirkan. Kondisi ini disebabkan karena lain ketidakseimbangan hormon, perubahan kehidupan yang drastis dengan kehadiran bayi dan berbagai pikiran negatif yang terkait dengan kewajiban sebagai ibu baru.

"Baby blues dibedakan dengan postpartum depression. Terutama dalam hal durasi dan kejadian," katanya kepada JawaPos.com, Minggu (12/7).

Kasandra membenarkan pandemi memang memberikan tekanan yang cukup berat kepada siapa pun. Terutama pada ibu hamil yang mengalami gangguan cemas atau gangguan mood. Masa paling berat adalah 2 pekan pertama usai melahirkan.

"Baby blues biasanya pasti terjadi, terutama pada masa 2 minggu pertama. Yang penting adalah meminimalkan," katanya.

Menurut Kasandra, Baby Blues tak hanya dirasakan ibu usai melahirkan anak pertama, tetapi bisa juga saat melahirkan anak kedua, ketiga dan seterusnya. Semuanya tergantung pada situasi dan kondisinya. Tapi yang jelas bisa terjadi pada ibu, yang memang punya kecenderungan kecemasan dan gangguan mood tentu akan lebih tinggi risikonya.

"Apalagi jika pada saat kelahiran anak pertama tidak dilakukan intervensi yang memadai," jelasnya.

Dukungan suami, kata dia, adalah paling besar dan utama. Sehingga bisa membantu ibu baru meringankan bebannya

"Lalu harus menjaga nutrisi ibu, bergerak yang sesuai kondisi (kelahiran spontan atau Caesar), mengubah pola pikir," jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zDuaCDgmOSc

 

https://www.youtube.com/watch?v=zXjlEhcbNYo

 

https://www.youtube.com/watch?v=MPj42Og_-JE

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore