
Photo
JawaPos.com - Vitiligo merupakan penyakit hilangnya warna kulit yang berbentuk bercak-bercak warna putih susu. Penyakit ini membuat penampilan penderitanya mirip seperti seseorang yang terkena luka bakar.
Maka ada anggapan atau mitos yang keliru ketika seseorang melihat pengidap vitiligo. Penyakit tersebut berbeda dengan kanker kulit atau kusta. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Klinik Pramudia yakni dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, dan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Senior dr. Ronny Handoko, SpKK, menjelaskan beberapa fakta yang benar mengenai vitiligo dalam diskusi di Jakarta baru-baru ini.
Fakta 1
Sebagian orang masih keliru menilai penyakit vitiligo hanya diderita oleh orang berkulit gelap. Keliru juga jika menilai orang dengan vitiligo sering diiringi dengan cacat fisik dan mental lainnya. Vitiligo bukanlah kanker kulit, kusta, maupun albinisme.
Fakta 2
Vitiligo dapat menyerang segala usia, baik anak-anak maupun dewasa. Gejala umumnya relatif sama, namun ada beberapa perbedaan yang perlu kita ketahui. Pada anak-anak, yang sering ditemukan adalah vitiligo segmental. Gejala yang mudah dilihat adalah rambut uban yang secara dini muncul. Sedangkan pada dewasa, yang sering ditemukan adalah vitiligo non-segmental, misalnya seperti vitiligo akibat fenomena Koebner (bekas luka yang berubah menjadi Vitiligo) dan occupational vitiligo yang muncul akibat pekerjaan yang terpapar oleh bahan kimia.
Fakta 3
Pada anak-anak, perlu dilakukan pengobatan secara dini agar penyakit tidak meluas dan tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih baik. Terapi yang efektif dan berhasil bagi orang dewasa, belum tentu efektif untuk pasien anak-anak. Jangan over treatment untuk anak-anak karena bisa menimbulkan efek samping. Bagi pasien dewasa, harus dilakukan terapi yang lebih intensif karena pasien dewasa lebih kuat dalam menghadapi efek samping yang akan timbul.
Fakta 4
Beberapa metode terapi semakin berkembang dalam mengatasi Vitiligo. Misalnya terapi Topical Corticosteroid (TCS) dan Topical Calcineurin Inhibitor (TCI). Pengobatan TCS diawali dengan uji coba selama 3 bulan, dilakukan sekali setiap hari agar menstabilkan dan meningkatkan repigmentasi. Namun demikian, terdapat efek samping yang timbul dari TCS yaitu atrofi pada kulit, stretch mark, dan munculnya teleangiektasis. Sedangkan TCI merupakan pengembangan dari terapi TCS yang terdapat dalam 2 bentuk, yaitu salep (ointment) dan krim. Pada orang dewasa, TCI sedikit lebih efektif daripada TCS. Efek sampingnya lebih minim, namun yang paling sering muncul adalah skin burning. Selain itu, TCI juga bisa memunculkan efek kemerahan (Erythema), gatal (Pruritus), dan efek warna kulit lebih gelap (Hiperpigmentasi) secara sementara.
Fakta 5
Selain 2 terapi tersebut, ada beberapa alternatif terapi lainnya, yaitu terapi sinar PUVA dan UVB-NB, terapi kombinasi UVA dan UVB-NB, terapi kamuflase kulit, terapi depigmentasi, dan terapi sistemik lainnya. Pada dasarnya, pengobatan terhadap Vitiligo tergolong pengobatan jangka panjang dan lama pengobatannya tidak bisa diprediksi. Secara psikologis, penderita sudah harus siap untuk menghadapi tantangan pengobatan dan quality of life (QOL). Tujuan pengobatannya sendiri adalah mencapai lesi yang sembuh atau stabil. Bagi lesi yang stabil, kemudian dapat dicari alternatifnya untuk menghilangkan atau menyamarkan. Untuk lesi yang sudah sangat luas, terapi depigmentasi adalah pilihan yang tepat sehingga penderita bisa menghentikan obat vitiligonya. Tidak dianjurkan untuk pengobatan alternatif non-medis. Penderita Vitiligo disarankan berkumpul untuk bertukar pikiran dan saling menguatkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
