Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Januari 2019 | 00.50 WIB

Ini Alasan Mengapa Mewarnai dan Menggambar Baik Untuk Anak

Menggambar dan mewarnai dapat memberikan rasa bahagia pada anak. - Image

Menggambar dan mewarnai dapat memberikan rasa bahagia pada anak.

JawaPos.com - Orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan prestasi yang tinggi. Tapi seringkali ukuran prestasi di sekolah selalu dinilai dari kemampuan akademisnya.

Kemampuan akademis memanglah penting, tapi orang tua juga perlu menyadari bahwa kreatifitas anak juga sangat penting. Kegiatan yang paling mudah dan dekat dengan anak adalah menggambar atau mewarnai.

"Melukis dapat menumbuhkan rasa bahagia, karena merangsang hormon endorfin. Menggambar juga bisa berfungsi sebagai mood booster juga," kata Samanta Ananta, Psikolog, ketika ditemui di acara Kick Off Koko Olimpiade 2019, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Menurut penelitian yang dikutip dari buku Clow & Fredhoi 2006, mengamati seni dapat mengurangi kortisol 'hormon stres'. Sekolah di Inggris bahkan sengaja membuat khusus Art Room untuk membantu anak usia 5-16 tahun yang mengalami gangguan perilaku. Program tersebut sudah ada sejak tahun 2002.

Selain memberikan rasa bahagia, seni dapat meningkatkan memori anak dan rasa percaya dirinya, meningkatkan problem solving, berpikir out of the box, emosi lebih stabil, dan mendapat stimulasi sensori. Oleh karena itu, orang tua perlu mendukung mereka dengan memberikan referensi seperti mengajak anak-anak untuk melihat-lihat di museum, pemandangan alam agar mereka termotivasi untuk menggambar.

Yang perlu dihindari adalah adanya komentar negatif yang membuat anak menjadi tidak percaya diri, tetapi berikan sebuah apresiasi. Bentuk dukungan lainnya bisa juga dengan memberikan alat-alat menggambar dan latihan.

Walau tak semua anak suka mewarnai, orang tua juga dapat mengalihkan pada kegiatan seninya yang masih terbilang aman seperti dough (dari malam), buat lilin, dan menggambar di kain (sablon kain). Idealnya anak mulai bisa diperkenalkan menggambar yaitu usia 3 tahun.

"Karena tangannya sudah tidak masuk ke mulut, walaupun kita memilih alat lukis yang aman untuk bayi tapi tetap kita tidak mau berulang kali memarahi anak karena memasukkan tangan ke mulut yang masih bercampur cat, efek kita memarahi anak jadi tidak termotivasi untuk menggambar,"  tambah Samanta Ananta, Psikolog.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore