Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 April 2018 | 19.20 WIB

Tata Laksana Bersihkan Hidung dengan Cairan Isotonik yang Benar

Ilustrasi membersihkan hidung dengan cairan isotonik agar napas lebih sehat. - Image

Ilustrasi membersihkan hidung dengan cairan isotonik agar napas lebih sehat.

JawaPos.com - Hidung merupakan salah satu indera yang paling vital untuk bernapas. Ternyata menjaga kebersihan hidung sebaiknya dilakukan setiap hari. Untuk menjaga kelembaban hidung, bisa dengan menggunakan larutan isotonik. Bagaimana caranya?


Cairan isotonik dapat dipakai minimal 1 kali sehari. Caranya untuk hidung kanan, miringkan kepala ke kiri, tahan napas semprot hidung kanan. Begitu pun dengan hidung kiri. Kalau benar, cairan isotonik akan keluar di hidung kiri.


Hidung adalah organ yang penting pada tubuh manusia karena berfungsi sebagai penyaring udara yang masuk ke dalam paru-paru saat bernapas. Hidung juga berguna sebagai indra penciuman, penghangat dan pelembab udara.


"Maka dari itu hidung harus senantiasa bersih dan sehat antara lain bersihkan hidung secara teratur dengan larutan isotonik minimal 1 kali sehari," kata Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dr. S. Hendradewi SpTHT (K), Msi Med dalam konferensi pers baru-baru ini.


Cara lainnya, lanjut Hendradewi adalah dengan melindungi hidung saat beraktivitas, hindari penyebab alergi, dan ciptakan lingkungan udara yang bersih. Satu lagi, paling penting jangan mengorek hidung dengan tangan.


"Kandungan ion-ion dalam cairan pembersih juga memberi manfaat tersendiri, seperti membantu perbaikan sel selama proses radang, mencegah kerusakan sel, menurukan kekentalan dahak, dan mengurangi kematian sel epitel," jelasnya.


Hendradewi melanjutkan bahwa hidung dan sinus paranasal merupakan organ yang berperan penting sebagai garis terdepan pertahanan tubuh pada saluran napas bagian bawah terhadap mikroorganisme dan bahan-bahan berbahaya lainnya. Oleh karena itu, kedua organ ini seharusnya mendapat perhatian lebih terhadap kebersihannya.


Irigasi Nasal atau pencucian hidung artinya memasukkan air atau larutan garam ke saluran hidung. Larutan yang biasanya digunakan adalah larutan garam hipotonik, isotonik,hipertonik, ringer laktat, maupun air laut. Pemberiannya dapat dilakukan dengan cara meneteskan, mengalirkan, atau menyemprotkan larutan tersebut ke dalam lubang hidung. Ada berbagai macam alat yang dapat digunakan, antara lain neti pot, penyemprot karet, semprotan hidung, serta alat irigasi hidung.


Hendradewi mengungkapkan air laut merupakan larutan yang komplek dan sangat kaya akan mineral dan bahan organik. Air laut merupakan lingkungan fisik dan kimia yang luar biasa. Mencakup 71 persen dari luas daratan.


Secara umum tindakan pembersihan nasal dapat dikatakan aman dan dengan efek samping yang minimal. Efek samping lebih sering dialami orang dewasa dibanding anak-anak, di antaranya iritasi hidung, rasa tidak nyaman di dalam hidung, nyeri telinga, dan berkumpulnya cairan di dalam rongga sinus sekitar hidung.


Meskipun efek samping tindakan ini sangat kecil, Hendradewi mengatakan beberapa hal tetap memerlukan perhatian khusus. Di antaranya, temperatur cairan pencuci yang digunakan, kebersihan cairan pencuci, serta kebersihan peralatan yang dipergunakan.


Untuk mengatasi risiko kontaminasi kuman pada peralatan, maka dapat dilakukan dengan mencuci setiap peralatan yang digunakan dengan air sabun, mengganti peralatan yang digunakan seminggu sekali, hingga menggunakan botol semprot sekali pakai.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore