
BERTANDA: Pendarahan otak karena bawaan bisa ditandai dengan keluhan sering mengalami sakit kepala, cekot-cekot, kepala kerap berdenyut-denyut, dan tidak membaik dengan obat pereda nyeri. (Foto ilustrasi diperagakan model. Alfian Rizal/Jawa Pos)
Komedian Tukul Arwana yang tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pendarahan otak mengajarkan hikmah penting. Pendarahan pada otak bisa terjadi secara mendadak. Tanpa disangka-sangka sebelumnya. Namun, tetap masih ada upaya untuk mengantisipasinya.
---
DOKTER spesialis saraf di RS Darmo Surabaya dr Mudjiani Basuki SpS menjelaskan, pendarahan otak merupakan pecahnya pembuluh darah di otak. Darah yang keluar masuk ke jaringan otak dan menekan fungsi saraf di sekitarnya.
’’Penyebab utamanya adalah darah tinggi atau hipertensi yang tidak terkontrol. Begitu tekanan darahnya terlalu tinggi, pembuluh darah di otak seketika bisa pecah,’’ jelasnya. Karena itu, obat darah tinggi pada pasien hipertensi mesti dikonsumsi secara teratur sesuai anjuran saat kontrol rutin ke dokter. Bahkan dalam beberapa kasus, obat tersebut harus rutin diminum seumur hidup demi mengontrol kadar tekanan darah tetap pada batas normal.
Saat terjadi pendarahan otak, pasien bisa langsung mengalami stroke. Mudjiani menuturkan, stroke itu bisa terjadi karena pendarahan di otak maupun pembuntuan aliran darah. Namun, stroke yang datang karena pendarahan di otak selalu terjadi secara mendadak. ’’Saat seseorang sedang beraktivitas seperti sedang makan, mandi, salat, tiba-tiba kolaps,’’ ujar alumnus FK Unair tersebut.
Serangan stroke itu berpotensi membuat pasien mengalami lumpuh separo badan, muka mencong, atau bicara pelo. Dokter yang juga berpraktik di RSUD dr Soetomo Surabaya itu menerangkan, stroke termasuk kondisi gawat darurat yang harus ditangani secepatnya. Sebab, stroke sering kali menimbulkan kecacatan.
’’Bisa mengakibatkan kecacatan motorik seperti tangan dan kaki lemah untuk berjalan. Otot-otot wajah, bibir, dan lidah kaku sehingga sulit untuk berbicara. Kadang bisa juga tidak sanggup berbahasa karena pusat berbahasanya ikut terkena imbas,’’ imbuhnya. Dia pun menegaskan pentingnya pertolongan yang cepat dan tepat. Saat pasien pendarahan otak kolaps, yang bersangkutan bisa langsung dibaringkan.
Orang terdekat juga bisa memberikan suplai oksigen. Lantas, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, terutama yang memiliki fasilitas CT scan, agar segera mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. ’’Otak harus diselamatkan sesegera mungkin karena ada masanya. Sebaiknya kurang dari tiga jam setelah kolaps. Kesembuhan pasien nanti bergantung pada cepat lambatnya pertolongan pertama yang diberikan, banyak sedikitnya darah yang merembes keluar, serta letak lokasi merembesnya pendarahan,’’ paparnya.
Selain itu, kesembuhan bergantung pada faktor usia. Pasien berusia lanjut yang mempunyai penyakit penyerta lain, seperti diabetes, kolesterol, dan asam urat, tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Disiplin minum obat, rutin kontrol, menjaga asupan, istirahat cukup, dan tidak terlalu lelah menjadi ikhtiar untuk pasien hipertensi. ’’Perbanyak minum air putih. Makanan manis boleh asal dibatasi. Kalau lagi musim mangga, boleh kok ikut makan. Masak seumur hidup nggak boleh. Tapi secukupnya, jangan banyak-banyak,’’ ujarnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
