alexametrics

Vaksin Merah Putih Siap Produksi Awal 2022

180 Orang Ikuti Uji Dosis Vaksin Nusantara
17 April 2021, 10:50:34 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak mau berspekulasi terkait Vaksin Nusantara. Saat ini lembaga tersebut hanya menunggu respons dari peneliti.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menegaskan bahwa penilaian uji klinis fase satu Vaksin Nusantara belum bisa dilanjutkan ke fase kedua. ”Sebab, ada temuan dan koreksi yang harus ada perbaikan kalau ingin ke uji klinis fase kedua,” ungkap Penny saat mengunjungi PT Bio Farma di Bandung kemarin (16/4).

BPOM telah memberikan hasil penilaian uji klinis fase satu kepada tim peneliti Vaksin Nusantara.

Karena itu, Penny tak mau lagi berkomentar. Menurut dia, tugas BPOM saat ini sudah selesai. Tinggal menunggu perbaikan dari hasil penilaian fase satu. ”Vaksin ini merupakan produk advance teknologi yang ada aspek yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Semua tahap ilmiah tersebut harus diikuti. Tidak bisa dilewati salah satunya. Kalau tetap bandel, akan kembali ke awal.

Temuan BPOM, Vaksin Nusantara tidak menggunakan uji praklinis. Sebagaimana laporan tertulis BPOM, peneliti vaksin tersebut beralasan bahwa platform yang digunakan Vaksin Nusantara sudah pernah digunakan sebelumnya, yakni untuk kanker. Namun, BPOM menjelaskan bahwa uji tersebut diperlukan karena dalam calon vaksin Covid-19 itu ditambahkan zat lain. ”Praklinis ini harus dilalui karena terkait perlindungan terhadap subjek penelitian yang melibatkan manusia,” ucapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c17/fal

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads