Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2018 | 07.45 WIB

BPOM Pekanbaru Pastikan Obat dan Vaksin Mengandung Babi Ditarik

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pasca ditemukannya dua suplemen yang mengandung DNA babi, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru memastikan produk tersebut ditarik dari pasaran.


Hal itu, disampaikan oleh Kepala ‎BPOM Pekanbaru Mohammad Kashuri. Ia menginstruksikan kepada distributor maupun produsen, untuk secepatnya menarik produk Viostin DS dan Enzyplex tersebut.


‎"Kami sudah melakukan instruksi Kepala Badan POM. Jadi sesuai dengan apa yang dirilis oleh badan POM, kami sudah melakukan dan akan memastikan produk tersebut harus ditarik sendiri oleh produsen atau distributor terkait," kata Kashuri, Jumat (2/2).


Bahkan, setelah dikeluarkannya edaran mengenai penarikan. BPOM Pekanbaru langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk memastikan produk tersebut tak tersebar kembali.


"Edaran sudah kita sampaikan kepada mereka seminggu lalu‎. Kita juga sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah terutama Dinas Kesehatan," jelasnya.


Kashuri menegaskan, kepada distributor agar secepatnya menarik produk tersebut. Apabila dalam waktu dekat masih ditemukan beredarnya produk itu di pasaran, maka BPOM tak segan-segan untuk memberikan sanksi.


"Jadi pelaku usaha jangan menggampangkan apa yang sudah kami berikan izin. Jadi kami akan melakukan pemantauan.‎ Kalau masih ada akan ada sanksi lebih lanjut yang akan diberikan," tegasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore