Ilustrasi melakukan buka puasa bersama (Freepik)
JawaPos.com - Di saat bulan Ramadhan, menjaga pola makan menjadi kunci penting bagi masyarakat yang ingin mempertahankan berat badan tetap ideal. Ada sejumlah tips diet selama puasa, terutama terkait pemilihan makanan saat sahur dan berbuka.
Nutrition Program Manager LIGHThouse Clinic, Veronica, menegaskan bahwa keberhasilan penurunan berat badan tidak terjadi secara instan hanya dengan berpuasa.
“Berat badan turun bukan karena puasa satu hari, tetapi defisit kalori yang konsisten. Ramadan adalah momen membangun pola makan lebih terkontrol,” ujarnya, Minggu (22/2).
Ia menerangkan beberapa panduan yang disarankan untuk mendukung diet saat berpuasa Ramadhan, antara lain mengonsumsi makanan tinggi protein dan berkuah saat sahur untuk menjaga energi lebih lama.
Sementara saat berbuka, masyarakat dianjurkan menghindari gorengan dan makanan berlemak agar tidak memicu kenaikan berat badan.
Selain itu, bagi penderita GERD, ia menyebut bahwa penting untuk menghindari makanan pedas, asam, alkohol, serta makanan yang dapat menghasilkan gas, guna mencegah gangguan pencernaan selama berpuasa.
Tips ini disampaikan seiring berakhirnya program LIGHTweight Challenge (LWC) 2025 yang digelar LIGHThouse Clinic. Program tersebut diikuti 22 peserta sejak Oktober 2025 dan berhasil mencatat penurunan berat badan signifikan, yakni antara 18 hingga 23 persen dalam waktu 12 minggu.
Salah satu peserta, Feybe Arsella Manoppo, mengaku berhasil menurunkan berat badan lebih dari 14 kilogram atau sekitar 23 persen dari berat awal. Ia juga mengalami penurunan lingkar perut hingga 17 sentimeter setelah mengikuti program tersebut.
“Saya mengalami kenaikan berat badan secara drastis setelah melahirkan pada tahun 2024. Saat menjalani program diet bersama LIGHThouse, saya merasa menemukan tempat yang tepat untuk memandu saya,” tuturnya.
Peserta lainnya, Herfiena Oshita, juga mencatat penurunan berat badan lebih dari 19 kilogram. Ia mengaku sebelumnya memiliki kebiasaan makan berlebih saat stres, yang berdampak pada kenaikan berat badan hingga 103 kilogram.
“Dulu saat Ramadhan saya bisa kalap, tapi sekarang saya sudah lebih memahami makanan mana yang lebih baik untuk dikonsumsi,” katanya.
Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, menyebut tantangan diet saat ini tidak hanya berasal dari faktor internal, tetapi juga pengaruh lingkungan dan informasi nutrisi yang beredar luas di media sosial.
Menurutnya, pendampingan dari tenaga profesional seperti dokter, ahli gizi, dan psikolog menjadi penting untuk membantu peserta membangun pola pikir serta kebiasaan sehat jangka panjang.
Program penurunan berat badan yang dijalankan LIGHThouse Clinic tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pembentukan gaya hidup sehat agar hasil diet dapat dipertahankan, termasuk saat menjalani puasa Ramadhan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
