Ilustrasi seorang perempuan sedang merasa sakit kepala (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang menderita berbagai penyakit yang tidak kasat mata, sehingga kondisi tersebut sering kali sulit didiagnosis oleh para ahli.
Beberapa di antaranya meliputi penyakit autoimun dan gangguan saraf, yang penyebabnya dapat berasal dari faktor genetik maupun faktor eksternal lainnya.
Dilansir dari Mayo Clinic, multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan mati rasa, tubuh lemah, kesulitan berjalan, gangguan penglihatan dan lain-lain.
Ketika seseorang menderita MS sistem imunitas mereka menyerang lapisan pelindung saraf yang kita sebut dengan myelin. Hal ini mengganggu komunikasi antara otak dan seluruh tubuh kita.
Tipe-Tipe MS
Dilansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita MS akan berbeda-beda tergantung dengan tipenya.
Clinically isolated syndrome (sindrom terisolasi klinis) adalah tipe MS dimana gejala muncul dari satu serangan tunggal, lalu diikuti dengan pemulihan.
Tes MRI beberapa macam tes lainnya, seperti pungsi lumbal (spinal tap) atau tes penglihatan elektrik, dapat menunjukkan dimana kerusakan terjadi. Setelah teridentifikasi, diagnosis MS dapat dilakukan.
Relapsing-remitting MS adalah tipe MS yang mengalami gejala secara berulang lalu pulih total atau parsial. Periode tidak aktifnya kondisi di antara serangan disebut remisi. Periode ini dapat berlangsung dari beberapa minggu, bulan hingga tahun sebelum terjadi serangan lagi.
Tipe ini biasanya akan mengikuti terapi modifikasi penyakit yang dapat mengurangi frekuensi serangan, bahkan menyembuhkannya secara total. Sebagian besar penderita MS awalnya didiagnosis dengan bentuk ini pula.
Secondary-progressive MS adalah bentuk MS yang berevolusi dari sebelumnya. Serangan makin jarang terjadi tetapi masih dapat terjadi, dan penderitanya secara bertahap merasakan gejala yang stabil.
Terapi yang dimodifikasi untuk kondisi ini dapat menunda hingga mencegah MS ini, tetapi transisi dapat terjadi bahkan dengan pengobatan.
Primary-progressive MS adalah tipe MS yang jarang ditemukan. Penderita MS ini akan mengalami gejala yang secara progresif merusak tubuh mereka dari awal, tapi tidak terprediksi serangannya.
Radiologically isolated syndrome adalah tipe MS paling langka. Penderita kondisi ini akan menunjukkan hasil MRI yang sama persis seperti MS tapi tidak mengalami gejala-gejalanya. Walaupun begitu, serangannya masih dapat terjadi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
