Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 19.22 WIB

Polusi Udara dan Asma: Hubungan Erat yang Harus Diwaspadai

Seorang pria yang mengenakan masker di tengah polusi udara (dok. freepik) - Image

Seorang pria yang mengenakan masker di tengah polusi udara (dok. freepik)

JawaPos.com - Asma merupakan salah satu penyakit pernapasan kronis yang banyak dipengaruhi oleh kualitas udara. Paparan polusi udara tidak hanya memperburuk gejala asma, tetapi juga dapat memicu serangan asma yang berbahaya.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi sejak masa kehamilan hingga masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami asma di kemudian hari. Oleh karena itu, pemantauan kualitas udara menjadi hal yang sangat penting bagi penderita asma agar dapat melindungi kesehatan mereka.

Melansir Medical News Today, polusi udara dapat memicu peradangan pada saluran pernapasan, menyebabkan penyempitan, pembengkakan, dan iritasi yang khas pada penderita asma. Ketika kadar polusi tinggi, lapisan saluran napas menjadi lebih sensitif sehingga lebih mudah mengalami serangan.

Hal ini juga disebabkan oleh zat beracun dalam polusi yang dapat menimbulkan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika tubuh memiliki terlalu banyak radikal bebas dan tidak cukup antioksidan untuk menetralkannya.

Stres oksidatif yang terus berulang dapat menimbulkan kerusakan jaringan, peradangan kronis, serta hipersensitivitas saluran napas. Kondisi ini membuat penderita asma lebih rentan terhadap rangsangan kecil, seperti debu atau asap kendaraan, yang kemudian memperburuk gejala.

Ozon, salah satu polutan yang umum, dikenal sebagai pemicu utama serangan asma. Zat ini dapat menurunkan fungsi paru, membuat napas terasa berat, dan menyulitkan penderita untuk bernapas dalam.

Apakah Polusi Udara Bisa Menyebabkan Asma?

Selain memperparah gejala, polusi udara juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya asma. Penelitian pada tahun 2020 menunjukkan bahwa paparan polusi udara, baik di dalam maupun luar ruangan, dapat berkontribusi terhadap berkembangnya asma, terutama pada orang dengan kerentanan genetik tertentu.

Paparan polusi lalu lintas, terutama saat trimester kedua kehamilan, dikaitkan dengan peningkatan risiko anak mengalami asma. Tidak hanya itu, anak-anak yang terpapar polusi sejak dini memiliki kemungkinan lebih besar menderita asma hingga dewasa muda. Selain polusi kendaraan, paparan asap rokok pada ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan kerentanan terhadap asma.

Jenis Polutan yang Memengaruhi Asma

Berbagai jenis polutan udara memiliki dampak berbeda terhadap saluran napas. Melansir Medical News Today, ozon, nitrogen oksida, dan partikulat halus (PM2.5) merupakan tiga jenis polutan utama yang paling sering dikaitkan dengan asma. Polutan-polutan ini menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan hipersensitivitas saluran napas.

Partikulat halus (PM2.5) terdiri dari partikel kecil padat maupun cair, seperti debu, asap, jelaga, dan butiran logam. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini dapat masuk hingga ke alveoli, yaitu kantung udara di paru-paru, sehingga menimbulkan kerusakan lebih dalam. Partikel yang lebih besar, misalnya debu jalanan atau serpihan tanah, biasanya menetap di saluran pernapasan bagian atas. Studi pada tahun 2017 menemukan bahwa paparan partikulat kasar juga meningkatkan risiko asma dan kebutuhan rawat inap pada penderita.

Studi Kasus tentang Polusi Udara dan Asma

Berbagai penelitian mendukung keterkaitan kuat antara polusi udara dengan asma. Sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa paparan komponen polusi lalu lintas berhubungan positif dengan awal munculnya asma. Penelitian retrospektif lain menemukan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko independen yang dapat memperburuk gejala asma, bahkan tanpa adanya infeksi virus.

Studi di Denmark juga menemukan bahwa anak-anak yang terpapar kadar PM2.5 lebih tinggi berisiko mengalami mengi berkepanjangan dan berkembang menjadi asma. Hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa polusi udara berperan penting dalam memperburuk maupun memunculkan asma baru pada kelompok rentan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore