Ilustrasi seseorang yang sedang diperiksa tensi darahnya (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di bawah nilai normal. Ketika darah melewati arteri, alirannya akan menekan dinding arteri. Tekanan inilah yang kemudian dijadikan sebagai ukuran seberapa kuat aliran darah.
Tekanan darah biasanya ditunjukkan dengan dua angka, yakni tekanan sistolik (angka bagian atas) dan tekanan diastolik (angka bagian bawah). Dikutip dari Halodoc, menurut standar WHO dan PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), batas terendah tekanan darah normal yaitu 90/60 mmHg.
Tekanan darah rendah dapat membuat aliran darah ke organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal menjadi kurang optimal. Kondisi ini bisa bersifat sementara dan tidak berbahaya, tetapi pada beberapa kasus dapat menimbulkan gejala yang mengganggu hingga memerlukan penanganan medis.
Penyebab darah rendah dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kehamilan, pendarahan akibat cedera, hingga komplikasi dari penyakit tertentu. Penurunan tekanan darah yang mendadak dan signifikan bisa memunculkan gejala hipotensi, karena aliran darah ke organ vital berkurang, sehingga menimbulkan rasa pusing.
Dikutip dari Alodokter, berikut gejala umum yang akan dirasakan saat seseorang mengalami tekanan darah rendah.
1. Pusing
Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa darah ke organ penting, terutama otak. Rasa pusing juga dapat muncul ketika penderita tekanan darah rendah mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba, seperti berdiri mendadak dari posisi duduk atau berbaring.
Situasi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik, yang terjadi karena darah sempat terkumpul di area kaki. Saat berdiri mendadak, tubuh memerlukan waktu untuk mengalirkan kembali darah dari pembuluh darah kaki ke bagian atas tubuh. Kondisi ini menyebabkan pusing, penglihatan kabur atau berkunang-kunang, dan lemas.
Keluhan pusing akibat darah rendah umumnya sering dialami oleh lansia. Meskipun biasanya hanya berlangsung beberapa menit dan mereda dengan sendirinya, gejala hipotensi ortostatik dapat cukup mengganggu apabila terjadi berulang kali.
2. Mudah Lelah
Rasa lemas dan cepat lelah merupakan tanda umum dari tekanan darah rendah. Hal ini terjadi karena organ tubuh harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan aliran darah yang berkurang, sehingga energi terkuras lebih cepat meskipun waktu istirahat sudah cukup.
Tekanan darah yang terlalu rendah juga membuat organ vital kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi, sehingga fungsinya menjadi tidak optimal. Kondisi mudah lelah ini bahkan dapat berdampak pada kesulitan berkonsentrasi serta menurunkan tingkat produktivitas sehari-hari.
3. Mual dan Muntah
Meski posisinya berjauhan, otak dan sistem pencernaan memiliki keterkaitan erat dan saling memengaruhi. Saat aliran darah ke otak berkurang, pusat muntah yang berada di otak dapat terangsang sehingga menimbulkan gejala darah rendah berupa mual hingga muntah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
