Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 12.30 WIB

Ngantuk Setelah Makan, Wajar atau Harus Waspada? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi seseorang yang langsung tertidur setelah makan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa kantuk yang luar biasa setelah makan siang atau makan malam? Ternyata, fenomena ini sangat umum terjadi dan dialami banyak orang. Rasa kantuk yang muncul setelah makan bukanlah hal aneh, melainkan respons alami tubuh terhadap proses yang terjadi setelah konsumsi makanan. Meskipun terasa mengganggu, kondisi ini sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai postprandial somnolence atau food coma, yang menggambarkan penurunan energi dan kewaspadaan setelah mengonsumsi makanan, terutama dalam porsi besar. Kondisi ini bisa memengaruhi produktivitas kerja dan kualitas hidup jika terjadi berlebihan. Walaupun merupakan bagian dari ritme sirkadian tubuh, intensitas kantuk bisa bervariasi tergantung pada jenis makanan, porsi, kondisi kesehatan, dan gaya hidup.

Penyebab Ngantuk Setelah Makan

Melansir dari laman Alodokter, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab rasa kantuk setelah makan:

1. Pengaruh Hormon Selama Proses Pencernaan

Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh melepaskan hormon seperti serotonin dan melatonin. Serotonin memengaruhi rasa kantuk dan relaksasi, sementara melatonin secara alami membuat tubuh merasa mengantuk. Pelepasan hormon ini adalah respons normal tubuh terhadap masuknya makanan.

2. Perubahan Aliran Darah di Otak

Setelah makan, aliran darah akan lebih banyak dialihkan ke sistem pencernaan untuk membantu metabolisme makanan. Hal ini mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke otak, yang dapat membuat fungsi otak tidak optimal sehingga muncul rasa kantuk dan penurunan konsentrasi. Semakin besar porsi makanan, semakin banyak energi dan aliran darah yang dibutuhkan untuk pencernaan.

3. Kurang Tidur

Kurang tidur membuat tubuh merasa lelah dan rasa lapar mudah muncul. Kondisi ini menciptakan siklus yang merugikan, di mana kurang tidur membuat seseorang cenderung makan lebih banyak, sehingga rasa kantuk setelah makan menjadi semakin intens. Kurang tidur juga dapat mengganggu regulasi hormon lapar dan kenyang, membuat pola makan tidak teratur.

4. Kurang Olahraga

Kurangnya aktivitas fisik harian dapat memperburuk kondisi kantuk setelah makan. Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki metabolisme yang lebih lambat. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan energi, memperbaiki kualitas tidur, dan mengoptimalkan metabolisme.

5. Gangguan Kesehatan Lainnya

Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan kantuk berlebihan setelah makan, seperti diabetes, anemia, hipotiroidisme, intoleransi makanan, dan sleep apnea. Diabetes menyebabkan fluktuasi gula darah, anemia mengurangi oksigen ke seluruh tubuh, hipotiroidisme memperlambat metabolisme, intoleransi makanan menyebabkan peradangan, dan sleep apnea mengganggu kualitas tidur malam.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore