Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 18.28 WIB

Jangan Dianggap Sepele, Begini Arti Perubahan Warna Dahak bagi Kesehatan

Ilustrasi orang yang mengalami batuk berdahak. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang mengalami batuk berdahak. (Freepik)

JawaPos.com - Hampir semua orang mungkin pernah mengalami batuk berdahak, terutama ketika musim hujan datang. Dahak ini biasanya menimbulkan sensasi tidak nyaman dan mengganjal di tenggorokan. Terkadang rasanya juga seperti dipaksa untuk batuk berulang kali.

Mungkin sebagian dari kita menganggap ini sebagai hal biasa yang akan hilang dengan sendirinya atau mungkin cukup dengan minum air hangat. Namun, ternyata dahak sebenarnya juga bisa menjadi sinyal dari tubuh kita tentang informasi kesehatan saluran pernapasan.

Dahak sendiri sebenarnya adalah lendir kental yang diproduksi oleh sistem pernapasan sebagai alat pertahanan alami. Lendir ini berfungsi untuk membersihkan saluran pernapasan dari debu, kuman, virus, dan partikel asing lainnya yang mungkin terbawa masuk bersama udara yang kita hirup.

Saat tubuh sehat dan dalam kondisi normal, dahak yang diproduksi ada dalam batas normal dan biasanya tertelan dengan sendirinya tanpa kita sadari. Namun, ketika ada gangguan atau infeksi pada saluran pernapasan, produksi dahak meningkat sebagai respons tubuh untuk melawan ancaman tersebut.

Seiring berjalannya perkembangan infeksi yang terjadi, dahak akan menjadi lebih kental dan berubah warna hingga menggelap. Namun, adapun kondisi di mana dahak menjadi lebih kental walaupun tidak terjadi infeksi, yaitu ketika pagi hari. Kondisi ini terjadi jika tubuh mengalami dehidrasi, dahak mengental karena asupan cairan yang kurang dapat mempengaruhi konsistensi lendir.

Selain itu, jika kondisi di sekitarmu kering dan kamu memiliki kebiasaan tidur dengan mulut terbuka juga dapat membuat dahak menjadi lebih pekat dan sulit dikeluarkan. Tidak hanya menjadi gelap, dalam beberapa kondisi tertentu dahak juga dapat berubah warna, mulai dari kuning kehijauan hingga berwarna hitam.

Beberapa kondisi ini juga turut dijelaskan oleh Alodokter sebagai berikut.

1. Dahak Berwarna Hijau dan Kuning

Dahak berwarna hijau atau kuning ini biasanya menandakan adanya infeksi bakteri pada saluran pernapasan yang sedang berlangsung. Warna ini disebabkan oleh sel darah putih yang sedang melawan infeksi. Sel darah putih ini juga dikenal sebagai neutrofil yang mana mengandung protein hijau, karena itulah dahak dapat berubah warna menjadi hijau.

Selain itu adapun beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan dahak berubah warna menjadi hijau atau kuning seperti, pneumonia (radang paru-paru), sinusitis (peradangan sinus), bronkitis, dan cystic fibrosis (penyakit genetik).

2. Dahak Berwarna Putih Keabu-abuan

Adanya peradangan pada saluran pernapasan bagian atas atau kondisi hidung yang tersumbat dalam waktu lama dapat membuat dahak berwarna putih keabu-abuan.

Adapun kondisi kesehatan kronis yang dapat membuat dahak berubah warna seperti gangguan sistem pencernaan, gagal jantung kongestif,dan penyakit paru-paru. Jika dahak ini tidak berhenti dan terus keluar, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter, karena bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang lebih serius.

3. Dahak Berwarna Cokelat

Dahak yang berwarna cokelat sering kali berhubungan dengan kebiasaan merokok, karena zat kimia seperti tar dan resin yang terdapat dalam rokok dapat mengendap di saluran pernapasan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore