Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Maret 2018 | 14.15 WIB

Mata Terancam Buta Karena Katarak, Kenali Penyebabnya Yang Tak Terduga

Suasana operasi mata katarak gratis “Mata untuk Warna” untuk 75 penderita yang kurang mampu oleh Pasific Paint - Image

Suasana operasi mata katarak gratis “Mata untuk Warna” untuk 75 penderita yang kurang mampu oleh Pasific Paint

JawaPos.com - Mata adalah jendela hati. Sebagai salah satu panca indra yang paling penting, mata tentu paling diandalkan guna menunjang kelancaran aktivitas. Namun, bagaimana jika fungsinya sudah terganggu akibat katarak?


Katarak sendiri adalah keadaan kekeruhan pada lensa mata dengan ciri khas buram berkabut dan berasap khas.


Diketahui, mata bekerja dengan cara menerima rangsangan cahaya, sehingga mampu membedakan warna dan melihat objek dari jarak jauh. Tapi, cara kerja mata pada penderita katarak berbeda. Sebab, bagian lensa mata yang mengalami kekeruhan.


Sehingga, cahaya yang seharusnya masuk tidak dapat menembus sampai ke retina dan akibatnya penglihatan menjadi kabur atau buram. 


"Penyakit mata katarak ini terjadi secara progresif tanpa adanya rasa sakit dan biasanya diderita oleh orang-orang yang sudah berusia lanjut," kata Kepala Departemen Mata RSPAD Jendral Gatot Soebroto dr. Subandono Bambang Indrasto, SpM, MM, saat  operasi mata katarak gratis 'Mata untuk Warna' untuk 75 penderita yang kurang mampu oleh Pasific Paint, Selasa (6/3).


Menurut Bambang, katarak bisa juga disebabkan karena faktor keturunan, kecelakaan atau trauma. Bahkan, bisa juga terjadi pada bayi-bayi yang lahir prematur. Jika tidak segera di atasi, katarak bisa mengakibatkan kebutaan.


Berdasarkan info dari Depkes, setidaknya ada pertumbuhan 250 ribu penderita per tahunnya di Indonesia. Dari jumlah tersebut masih banyak pasien yang belum mampu untuk diobati. 


"Sesuatu terjadi berangsur-angsur. Mulai dari lahir hingga usia tua. Paling sering usia tua, bisa karena penyakit bisa karena bukan atau kelainan degeneratif semakin tua usia seseorang," papar Bambang.


Selain faktor yang sudah disebutkan di atas, katarak pun bisa disebabkan karena hal lainnya. Seperti genetik, gizi masa lampau, dan paparan sinar matahari di negara tropis. Atau adanya penyakit degeneratif seoerti diabetes, penyakit mata minus, dan obat-obatan tertentu seperti asma dan obat kortikosteroid.


Direktur Pacific Paint, Suryanto Tjokrosantoso menilai pihaknya merasa bahwa warna sangat memegang peranan penting bagi manusia. Karena warna bisa menyampaikan pesan untuk mempengaruhi perilaku seseorang dan penilaian estetis.


"Untuk itu rasa kepedulian kami terhadap penderita mata katarak, kami salurkan dengan harapan bahwa pasien yang sudah pulih dapat menikmati kembali keindahan warna disekitarnya," jelasnya. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore