Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 April 2023 | 18.20 WIB

Alami Sakit Kepala Berulang Kali, Ketahui Penyebab dan Pencegahannya

Sakit kepala yang sering menehrang tiba-tiba ternyata berkaitan erat dengan gaya hidup yang dijalankan - Image

Sakit kepala yang sering menehrang tiba-tiba ternyata berkaitan erat dengan gaya hidup yang dijalankan

JawaPos.com - Nyeri atau timbul rasa sakit di kepala secara berulang dan berkelanjutan tentunya akan sangat mengganggu. Dokter Spesialis Saraf Siloam Hospitals Mampang, dr. Maria Ardelia Purwaningrum Sp.S., mengatakan sakit kepala dibagi menjadi akut yaitu kurang dari tiga bulan, dan kronis yaitu nyeri kepala yang terjadi lebih dari tiga bulan secara kontinyu.

"Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala atau cephalgia dapat dibagi menjadi dua, yaitu sakit kepala primer, yang umumnya tidak ditemukan adanya kelainan struktural, anatomi maupun metabolik, contohnya ialah sakit kepala tipe tegang (tension type headache), sakit kepala migren dan sakit kepala berkelompok (cluster type headache); dan sakit kepala sekunder yaitu terjadinya sakit kepala akibat dari adanya kelainan struktural maupun penyakit lain yang mendasari, contohnya infeksi, sakit gigi, pecah pembuluh darah otak, cedera kepala, bahkan tumor dan beberapa lainnya," kata dr. Maria.

Sebaiknya waspada apabila setelah mengonsumsi obat anti nyeri (analgetik) dan beristirahat, sakit kepala tidak kunjung membaik, namun justru intensitasnya berubah menjadi lebih berat hingga mengganggu aktivitas. Atau disertai gejala lainnya seperti demam, kelemahan anggota gerak, pandangan dobel, atau keluhan lainnya, segera periksa ke Neurolog.

"Cara terbaik adalah segera melakukan konsultasi jika obat anti nyeri tidak mampu meredakan keluhan sakit kepala. Dari konsultasi ini keluhan pasien dapat dicari pencetusnya ataupun penyebabnya, diperiksa lebih lanjut, dan diharapkan untuk dapat segera diatasi", ungkap dr. Maria.

Menurutnya, dokter akan melakukan anamnesis yaitu tanya jawab dokter dengan pasien yang akan membantu mengarahkan ke diagnosis, pemeriksaan fisik lengkap bahkan pada kasus tertentu akan dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang seperti CT scan maupun MRI.

Pasien tidak perlu terlalu cemas terhadap keluhan sakit kepala yang dirasakannya. Oleh karena banyak penyebab yang dapat menjadi dasar keluhan sakit kepala yang berkepanjangan, tidak semua mengarah kepada kegawatan maupun keganasan. Dan, dengan memeriksakan diri, diagnosis dokter akan mengarah kepada penyebabnya.

"Rasa nyeri bersifat subjektif, sehingga sangat mungkin berbeda-beda gambaran rasa nyeri antara satu pasien dengan lainnya, dan diperlukan tanya jawab mendalam dengan dokter, untuk memastikan apa saja penyebab maupun pencetus nyeri kepala yang dirasakan oleh pasien," jelas dr. Maria.

Pencegahan

Sakit kepala berat yang mengarah ke stroke terutama stroke perdarahan, sangat umum terjadi namun biasanya disertai keluhan neurologik mendadak, seperti bicara pelo, mulut merot, lemah separuh badan/anggota gerak, serta bisa berupa gangguan keseimbangan mendadak.

Adapun mengenai korelasi pada penyakit stroke juga harus dipahami akan pentingnya golden period pada penanganan medis terutama pada kasus stroke penyumbatan. Akupunktur untuk beberapa kasus sakit kepala mungkin dapat mengurangi gejala namun seringkali tidak menuntaskan sumber sakitnya, itupun biasanya hanya untuk yang berkategori sakit kepala premier. Pada sakit kepala sekunder, penyebab utamanya-lah yang tetap harus diatasi terlebih dahulu, untuk menghilangkan keluhan sakit kepala.

"Hindari paparan sinar matahari yang terik secara langsung dalam waktu yang lama, kelola stress, jangan terlalu lelah, konsumsi makanan bergizi, air putih dan tidur cukup serta hindari kafein berlebihan, alkohol, dan rokok. Dalam beberapa kasus migren, cokelat pun dapat menjadi pencetus, sehingga sebaiknya dihindari. Ini adalah tips-tips menghindari timbulnya sakit kepala," kata dr. Maria.

"Pola hidup sehat akan membantu dalam menghindari keluhan sakit kepala, apalagi yang berkepanjangan, karena penanganan sakit kepala tidak hanya berupa obat-obatan, namun juga menjaga lifestyle," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore