
Kenali lima bahaya Hipotermia bagi kesehatan tubuh. (Freepik)
JawaPos.com - Mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas favorit di kalangan pecinta alam. Namun, di balik keindahan puncak gunung, terdapat bahaya kesehatan yang tidak boleh diremehkan, salah satunya adalah hipotermia. Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35°C, yang dapat memicu gagal fungsi jantung, gangguan sistem pernapasan, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Dalam kondisi normal, suhu tubuh manusia berkisar antara 36,5–37,3°C. Ketika tubuh terpapar suhu dingin ekstrem tanpa perlindungan memadai, seperti pakaian tebal atau perlengkapan khusus, risiko hipotermia meningkat. Sayangnya, banyak pendaki yang kurang memperhatikan persiapan matang, terutama jenis pakaian yang cocok untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Dilansir dari Halodoc.com, hipotermia dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap pendaki untuk memahami gejala dan bahaya hipotermia serta bagaimana cara mencegahnya.
Berikut lima bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh hipotermia:
1. Gangguan Pernapasan
Hipotermia memaksa tubuh untuk meningkatkan metabolisme guna menghasilkan panas. Namun, peningkatan kebutuhan oksigen ini dapat mengganggu pola pernapasan. Pada kondisi yang parah, pengidap hipotermia berisiko mengalami hiperventilasi, yaitu pernapasan yang terlalu cepat dan dangkal, sehingga memperburuk kondisi tubuh.
2. Masalah Jantung
Ketika suhu tubuh menurun drastis, pasokan oksigen ke jantung berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otot jantung (iskemia) dan gangguan ritme detak jantung (aritmia). Dalam kondisi ekstrem, hipotermia bahkan dapat memicu henti jantung, yang berujung pada kematian.
3. Penurunan Tekanan Darah
Hipotermia menghambat kemampuan jantung untuk memompa darah secara optimal. Akibatnya, tekanan darah menurun, dan organ-organ tubuh tidak mendapatkan aliran darah serta oksigen yang memadai. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi vital tubuh.
4. Gangguan Sistem Saraf
Suhu tubuh yang sangat rendah merusak sel-sel saraf dan transmisi sinyal di otak. Gangguan ini dapat menyebabkan amnesia, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Pada beberapa kasus, kerusakan saraf akibat hipotermia dapat bersifat permanen.
5. Kematian
Bahaya paling fatal dari hipotermia adalah kematian. Ketika suhu tubuh turun ke tingkat yang ekstrem, organ-organ vital berhenti berfungsi, menyebabkan tubuh tidak lagi mampu bertahan. Hipotermia berat sering kali sulit diatasi jika tidak segera ditangani dengan langkah medis yang tepat.
Pencegahan Hipotermia
Untuk menghindari risiko hipotermia saat mendaki gunung, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suhu dingin, seperti jaket tahan angin dan air, serta lapisan pakaian berbahan thermal. Selalu bawa perlengkapan darurat seperti selimut thermal dan makanan berkalori tinggi untuk membantu tubuh mempertahankan panas.
Selain itu, waspadai gejala awal hipotermia seperti menggigil, kebingungan, dan lelah ekstrem. Jika gejala ini muncul, segera cari tempat perlindungan yang hangat dan kering. Jangan abaikan pentingnya menjaga keselamatan diri saat menjelajahi alam bebas.
Dengan persiapan yang matang dan pengetahuan yang cukup, keindahan alam gunung dapat dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan. Semoga informasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan saat melakukan aktivitas pendakian.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
