
lustrasi ibu hamil. (Freepik)
JawaPos.com - Wanita yang sedang hamil pasti mengalami perubahan dalam fisik dan mentalnya, salah satunya adalah cenderung lebih emosional dan mudah menangis.
Dilansir JawaPos.com dari Healthline, emosi seperti menangis adalah bagian normal dari kehamilan dan ada baiknya memahami alasan di balik tangisan.
Pada trimester pertama, menangis bukanlah hal yang aneh karena pada saat itulah terjadi perubahan sekresi hormon.
Kadar estrogen dan progesteron yang lebih tinggi selama trimester pertama bertanggung jawab atas beberapa perubahan suasana hati, misalnya mudah tersinggung dan sedih.
Sedangkan pada trimester kedua dan ketiga, emosi seperti sering menangis biasanya disebabkan oleh meningkatnya level kecemasan pada wanita.
Akibatnya, beberapa wanita mungkin merasa lebih gelisah pada trimester kedua, dipadukan dengan stres dan frustasi sehari-hari yang juga dapat memicu tangisan.
Dan ketika ibu hamil mendekati persalinan, kekhawatiran akan bertambah, sehingga akan membuat wanita sedikit lebih panik dari sebelumnya.
Tangisan ibu hamil kadang ditakutkan dapat memengaruhi janin di dalam kandungan, namun jika hanya terjadi sesekali, tangisan tidak akan membahayakan bayi yang belum lahir,
Namun, depresi yang lebih parah selama kehamilan dapat berdampak negatif terhadap kehamilan seorang wanita.
Salah satu penelitian menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
Untuk mengatasinya, ibu hamil bisa melakukan beberapa cara untuk meredakan efek perubahan emosional ini.
Yang pertama adalah tidur dengan cukup setidaknya 7-9 jam setiap malam untuk mengurangi tingkat stres yang membuat ibu hamil semakin mudah merasa emosional.
Lalu penting untuk tetap aktif secara fisik untuk meningkatkan energi dan kesehatan mental selama hamil, bisa dengan jalan-jalan santai, atau mengikuti senam hamil.
Selanjutnya, akan cukup membantu dengan mengobrol bersama sesama ibu hamil lainnya dan mendapatkan dukungan untuk meredakan rasa takut dan kecemasan.
Kemudian yang terpenting adalah tidak membebani diri sendiri dengan semua kekhawatiran terkait perkembangan bayi dan proses persalinan.***

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
