Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Mei 2018 | 17.20 WIB

Sebut Nilai Racun Kalajengking Sampai Miliaran Rupiah, Jokowi Keliru?

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyebut harga racun kalajengking sebesar USD 10,5 juta per liter, atau sekitar Rp 142,8 miliar. - Image

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyebut harga racun kalajengking sebesar USD 10,5 juta per liter, atau sekitar Rp 142,8 miliar.

JawaPos.com - Budi daya lele, unggas, kambing, atau sapi mungkin sudah biasa. Pakan dan perawatannya barangkali bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki pengalaman. Akan tetapi tertarikkah Anda jika mencoba budi daya kalajengking seperti yang disebutkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)?


Kata Jokowi, racun kalajengking bisa bernilai miliaran rupiah. Informasi itu diperolehnya dari harga racun kalajengking di luar negeri. Namun, benarkah demikian?


Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM) Drh. Slamet Raharjo, MP menjelaskan harga racun kalajengking itu adalah harga di luar negeri yang dihitung berdasarkan harga venom (bisa) per mililiter/miligram. Sedangkan umumnya venom dijual dalam satuan berat kering, yaitu per miligram atau gram bukan permililiter.


Anggota Toksinologi Indonesia ini menjelaskan harga racun per kilogram/liter tentu berbeda dengan harga per miligram/mililiter. Perlu diketahui, seekor scorpion besar sekali milking (mengambil bisa) hanya dapat menghasilkan sekitar 0,005-0,01 mililiter venom.


"Nah ini yang sepertinya pak Presiden Jokowi kurang memahami, sehingga harga itu dihitung kasar menjadi sekian miliar per liter. Sehingga untuk mendapatkan 1 liter venom (USD 10,5 juta per liter, atau sekitar Rp 142,8 miliar seperti kata Jokowi), dibutuhkan sedikitnya 200 ribu ekor scorpion," kata Slamet kepada JawaPos.com, Sabtu (5/5).


Pria yang menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Pendidikan Rumah Sakit Hewan Prof Soeparwi FKH UGM itu menambahkan dalam 1 liter venom segar cair rendemen/protein venom berkisar 1-3 persen atau setara 10-30 gram. Sehingga jumlahnya memang sangat sedikit.


"Ternyata sangat sedikit ini membuat harganya menjadi sangat mahal," jelasnya.


Sebagai pembanding, ungkapnya, harga venom ular (yang lebih mudah mendapatkannya) saat ini berkisar 3-5 juta rupiah/gram kristal venom. Kesimpulannya, Jokowi benar harga venom kalajengking memang mahal karena sulit mendapatkan venomnya. Hanya saja, harus membutuhkan budi daya ratusan ribu ekor. Tentu bukan hal yang mudah.


Maka Slamet memberikan tips bagi siapa saja yang tertarik melirik budi daya racun kalajengking. Apa saja?


Bernilai Ekonomis


Budidaya kalajengking memilih spesies yang bernilai ekonomi tinggi. Saat ini, scorpion mulai booming sebagai budi daya maupun untuk panen venom.


Pelatihan Budi Daya


Jika ingin melakukan budi daya, maka harus mengikuti pelatihan milking dan processing venom.


Harus Sesuai Standar


Milking dan processing venom harus sesuai standar baku medis atau untuk bahan obat.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore