
Ilustrasi peringatan bahya diabetes. (Pixabay.com)
JawaPos.com - Diabetes di era modern semakin mengancam kesehatan masyarakat.
Tak hanya kaum urban, masyarakat pedesaan juga rentan terkena penyakit diabetes tipe II akibat asupan kalori dan gula berlebih.
Namun tahukah kamu, perempuan ternyata lebih berisiko apalagi bagi mereka yang sering bekerja lembur atau bekerja dalam waktu yang lama.
Dikutip dari Diabetes.co.uk, Minggu (28/7), perempuan yang bekerja berjam-jam bisa berisiko lebih besar terkena diabetes tipe II.
Data ini telah diungkapkan oleh para peneliti pada sebuah studi 12-tahun di Kanada yang menyelidiki pola kerja lebih dari 7 ribu pekerja perempuan yang berusia antara 35-74 tahun.
Temuan menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja lebih dari 45 jam seminggu lebih berpotensi terkena diabetes tipe II dibandingkan dengan mereka yang bekerja lebih sebentar.
Penelitian ini melibatkan pengelompokan semua peserta ke dalam kelompok yang berbeda, tergantung jam kerja mereka.
Baca Juga: 6 Makanan Sehat yang Mempunyai Indeks Glikemik Rendah, Cocok untuk Penderita Diabetes!
Faktor-faktor yang berpengaruh seperti usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status perkawinan, orang tua, etnis, kesehatan jangka panjang, gaya hidup dan berat badan juga diperhitungkan.
Sekitar 10 persen dari peserta perempuan ternyata terpapar diabetes tipe II pada akhir studi selama belasan tahun.
Perempuan berisiko terkena diabetes tipe II sebanyak 63 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang bekerja hanya 35 dan 40 jam dalam seminggu. Apalagi jika mereka sudah mengalami obesitas.
Penulis, peneliti dan ahli epidemiologi Mahee Gilbert-Ouime di Institute for Work and Health di Toronto, mengatakan wanita cenderung lebih banyak bekerja lagi di rumah dalam mengurus rumah tangga.
Sehingga orang berasumsi bahwa bekerja di luar rumah selama berjam-jam dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Baca Juga: Benarkah Minum Air Rebusan Daun Mangga Bisa Kendalikan Diabetes? Ini Fakta dan Penelitiannya!
Sebab saat bekerja terlalu lama, tubuh lebih lelah, banyak camilan, dan stres. Hal itu membuat gula darah tak terkontrol.
Mengidentifikasi faktor risiko yang dimodifikasi dengan pencegahan dapat mencegah banyak kasus diabetes.
Jangan sampai tersadar menderita diabetes ketika sudah mengalami komplikasi seperti gagal ginjal, jantung, dan stroke. Hasil studi ini juga sudah diterbitkan dalam jurnal BMJ Diabetes Research & Care.
Sehingga, asupan makanan seimbang dan olahraga yang sehat untuk meningkatkan kadar gula bisa menjaga kadar gula darah dan menurunkan berat badan.
***

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
