
Ilustrasi kista ovarium./freepik/jofreepik
JawaPos.com - Kista ovarium adalah kantong cairan yang berkembang di dalam atau di sekitar ovarium wanita. Ini adalah kondisi di mana kantong kecil yang berisi cairan berkembang di dalam atau di atas ovarium.
Kista ovarium dapat bervariasi dalam ukuran dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, dalam beberapa kasus, kista ovarium dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sakit perut, atau masalah lainnya.
Kista ovarium sering kali menjadi topik yang menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan di kalangan wanita.
Sebelum mengambil langkah-langkah penting dalam penanganan dan pencegahan, penting untuk memahami mitos yang sering berkembang seputar kondisi ini.
Meskipun sering dianggap sebagai hal yang serius, ada banyak mitos yang salah terkait dengan kista ovarium.
Dilansir dari Lybrate pada Selasa (19/3), Dr Janki Borkar mengungkap bahwa terdapat 5 mitos seputar kista ovarium dan mengungkapkan fakta yang sebenarnya di balik mitoa tersebut.
Dengan memahami mitos-mitos ini, wanita akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi ini dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk kesehatan reproduksi mereka.
1. Kista ovarium bersifat kanker (mitos)
Mitos ini menyatakan bahwa kista ovarium bersifat kanker. Namun, dalam kebanyakan kasus, kista tersebut tidak berkembang menjadi sel-sel kanker atau tidak bersifat kanker dari awal.
Untuk memastikan jenis kista yang ada dalam tubuh, dokter dapat melakukan pemeriksaan ultrasonografi panggul. Jika dokter menduga adanya kanker, maka biasanya akan disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan kista segera.
Dengan demikian, mitos bahwa kista ovarium selalu bersifat kanker tidaklah benar.
2. Kista ovarium tidak dapat dikendalikan (mitos)
Mitos ini menyatakan bahwa kista ovarium tidak dapat dikendalikan. Namun, dalam kenyataannya, jika Anda mengalami kista ovarium yang sering kambuh, ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kondisi tersebut.
Mengonsumsi pil kontrasepsi dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya kista ovarium di masa mendatang.
Selain itu, menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau berhenti merokok juga dapat membantu mengurangi risiko terbentuknya kista ovarium.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
