
Photo
JawaPos.com - Pasien kanker umumnya merasakan perasaan putus asa dan rendah diri. Mereka memerlukan semangat dan dukungan keluarga agar tetap optimis untuk sembuh. Dukungan itu dinamakan sebagai dukungan paliatif yakni di mana keluarga mau mendengar dan mendampingi pasien kanker dengan segala keluhannya.
Dalam Hari Paliatif Internasional tahun 2022 di tanggal 08 Oktober, kampanye perawatan paliatif merupakan pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan pasien, keluarga, serta care giver. Perawatan diberikan melalui penanganan dan pencegahan rasa nyeri serta keluhan fisik lainnya, berikut isu psikologis, sosial, dan spiritual.
"Perawatan paliatif sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan rasa nyaman pasien, termasuk dukungan bagi keluarga. Perawatan paliatif juga tidak terbatas hanya diberikan pada pasien kanker stadium tertentu, namun dapat dimulai di stadium awal dan juga pada kondisi non-kanker," kata Koordinator Perawatan Paliatif MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dr. Venita Eng M.Sc.CT., dalam Live Instagram 'Never Alone : Tips Mendampingi Pasien Kanker di Masa Sulit' baru-baru ini.
Berikut adalah tips merawat pasien kanker dengan perawatan paliatif atau dukungan keluarga untuk pasien kanker. Tujuannya adalah demi kenyamanan pasien.
1. Melibatkan Pelayanan Multidisiplin Plus Rohaniawan
Perawatan sebaiknya melibatkan tim multidisiplin, yaitu dokter dari berbagai layanan spesialis, perawat, tim holistic care, relawan, serta rohaniawan. Tim multidisiplin ini akan merawat para pasien kanker agar lebih nyaman dalam menjalani masa sulit sejak awal diagnosis, hingga masa akhir kehidupan, atau 'end of life', hingga masa kedukaan keluarga.
2. Ahli Gizi Juga Diperlukan
Penanganan paliatif mengikuti kondisi dan kenyamanan pasien. Pasien kanker biasanya mengalami dampak pengobatan yakni tak selera makan. Maka perlu terintegrasi antara dokter, perawat, fisioterapis, petugas sosial medis, psikolog, dan ahli gizi.
3. Kesediaan Mendengar Keluhan
Menurut dr. Venita prinsip perawatan paliatif adalah menghargai setiap kehidupan dan proses kematian dari setiap manusia sebagai proses yang normal. Prinsip lainnya adalah menghargai keinginan pasien dalam mengambil keputusan, berupaya menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu, serta mengintegrasikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual dalam perawatan pasien dan keluarga. Keluarga harus memiliki sikap peduli terhadap pasien (empati), menghargai pasien sebagai seorang individu yang unik, memiliki pengetahuan dan ketrampilan medis, serta memperhatikan aspek komunikasi dan kultural terkait seperti etnis, ras, agama, dan faktor budaya lain yang bisa mempengaruhi penderitaan pasien.
"Persetujuan dari pasien dan atau keluarganya adalah mutlak diperlukan sebelum perawatan paliatif dilakukan," kata dr. Venita.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
