Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Mei 2022 | 17.49 WIB

Berawal Tanpa Gejala, Kanker Serviks Muncul Beberapa Tahun Kemudian

Ilustrasi kanker serviks - Image

Ilustrasi kanker serviks

JawaPos.com - Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang mengancam perempuan setelah kanker payudara. Meski termasuk jenis kanker yang mematikan, risikonya dapat dicegah dengan pemeriksaan sejak dini atau skrinning yang tepat. Sebab, penyakit ini awalnya tidak bergejala.

Dalam diskusi 'Inovasi Deteksi Dini untuk Meningkatkan Cakupan Skrining Kanker Serviks di Indonesia' oleh Roche Indonesia, terungkap survei bahwa 60 persen masyarakat global masih menghadapi hambatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dengan berbagai alasan seperti kurangnya informasi, faktor biaya, hingga ketakutan terhadap hasil tes yang positif. Hal ini menjadi hambatan-hambatan dalam melakukan deteksi dini suatu penyakit termasuk kanker serviks yang terlambat dideteksi.

"Saat terlambat dideteksi, angka harapan hidup pasien kanker serviks dapat turun menjadi kurang dari 20 persen. Karenanya, akses yang lebih luas untuk deteksi dan perawatan kanker serviks yang inovatif menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan,” kata Director, Country Manager Diagnostics, Roche Indonesia Ahmed Hassan secara virtual baru-baru ini dalam diskusi skrining kanker serviks dengan cobas® HPV.

Pada 2020, WHO mencatat sebanyak 21.003 kasus kematian perempuan di Indonesia karena kanker serviks. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Human Pappilomavirus Genital (HPV). Kementerian Kesehatan saat ini tengah gencar melaksanakan program vaksinasi. Salah satu imunisasi yang kini mulai diwajibkan adalah imunisasi HPV.

Berawal Tanpa Gejala

Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, perempuan yang sudah aktif secara seksual dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali.

Penularan dapat terjadi salah satunya melalui hubungan intim. Awalnya, kanker serviks muncul tanpa gejala. Kemudian pengidapnya baru merasakan gejala infeksi dapat berlanjut beberapa tahun setelah terpapar virus HPV.

Ketua Dewan Penasihat Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia Prof. Dr. dr. Andrijono, SP.OG(K)-Onk mengatakan pemeriksaan fisik melalui deteksi dini yang inovatif hingga penanganan infeksi virus HPV untuk mencegah penularan. Hal itu perlu diinformasikan secara berkala agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Salah satu inovasi pengujian kanker serviks adalah cobas® HPV, yang diakui dalam penelitian ATHENA sebagai prediktor superior risiko kanker serviks. Inovasi ini menyederhanakan tahapan skrining pasien dengan menekankan pada tingkat akurasi dan sensitivitas tinggi, sehingga dapat menyaring lebih banyak pasien berpotensi kanker serviks. Inovasi ini juga memungkinkan tenaga kesehatan profesional untuk mendeteksi 14 virus HPV yang berisiko menyebabkan kanker serviks.

“Perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual berisiko terkena penyakit ini," kata Prof Andrijono.

Kanker serviks disebut sebagai silent killer. Gejala kanker serviks stadium awal memang sulit dikenali. Kanker serviks stadium awal sering kali tidak menimbulkan keluhan atau gejala apa pun.

Berdasarkan data Kemenkes, faktor risiko yang menyebabkan perempuan terpapar HPV adalah :

1. Menikah/memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 20 tahun).
2. Berganti-ganti pasangan seksual.
3. Berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti pasangan.
4. Riwayat infeksi di daerah kelamin atau randang panggul.
5. Perempuan perokok dan perokok pasif. Perempuan perokok berisiko 2.5 kali lebih besar, sedangkan perokok pasif risikonya 1,4 kali lebih besar.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore