Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 16.19 WIB

Waspada! Holiday Heart Syndrome Sering Ditemui saat Liburan, Kondisi Detak Jantung Tidak Biasa, hingga Picu Serangan Jantung

Ilustrasi kondisi seseorang terkena sakit jantung atau serangan jantung. - Image

Ilustrasi kondisi seseorang terkena sakit jantung atau serangan jantung.

JawaPos.com - Istilah Holiday Heart Syndrome pertama kali muncul pada 1978 dan terutama digunakan oleh dokter di Amerika Serikat (AS). Menurut laman Kementerian Kesehatan, Holiday Heart Syndrome adalah suatu kondisi di mana jantung berdetak tidak normal atau yang dikenal sebagai atrial fibrillation/fibrilasi atrium (AF).

Hal ini sering dialami sebagai keluhan berdebar-debar di dada. Jika terus berlanjut untuk jangka waktu yang lama dan tidak diobati, maka kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan fungsi jantung.

Di luar AS, nama yang digunakan sedikit kurang dapat melekat, yakni aritmia atrium yang diinduksi alkohol. Para ilmuwan tidak dapat memastikan seberapa umum kondisi ini, terutama karena banyak orang yang mengalami detak jantung tidak normal setelah meminum alkohol mungkin tidak mencari pertolongan medis.

Namun, sebuah penelitian di Finlandia, yang diterbitkan pada tahun 1987, melaporkan bahwa 5-10 persen kasus baru AF disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Kasus AF jarang terjadi pada orang di bawah 30 tahun, dan episode terisolir pada orang muda sering dikaitkan dengan latihan ketahanan fisik, penggunaan narkoba, dan obesitas.

Namun, penyebab paling umum adalah pesta minuman keras. The Copenhagen City Heart Study diidentifikasi lebih dari 1.000 kasus AF di antara 16.500 pria dan wanita.

Penggunaan alkohol berat bertanggung jawab atas 5 persen kasus AF pada pria, dan risiko berkembangnya AF ditemukan 1,5 kali lebih tinggi pada konsumsi alkohol dalam jumlah banyak pada waktu singkat, dibandingkan dengan mereka yang minum alkohol dalam jumlah sedang atau tanpa alkohol sama sekali.

Hubungan konsumsi alkohol terkait dengan perkembangan aritmia tidak begitu jelas diketahui. Terdapat kemungkinan adanya efek toksik langsung alkohol pada sel-sel otot jantung atau efek toksik tidak langsung dari produk pemecahan (metabolit) etanol baik pada jantung itu sendiri atau organ lain, seperti kelenjar adrenal yang terletak diatas ginjal.

Beberapa mekanisme dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, alkohol mengganggu hantaran impuls listrik di jantung , mengubah kecepatan transmisi sinyal saraf di otot jantung.

Kedua, alkohol dapat meningkatkan pelepasan adrenalin dalam darah dari kelenjar adrenal yang berefek pada jaringan jantung, yang dapat mengubah detak jantung yang menyebabkan aritmia.

Ketiga, asam lemak dalam darah meningkat setelah konsumsi alkohol dan dianggap terkait dengan timbulnya AF.

Keempat, metabolit alkohol dapat meningkatkan tingkat kontraksi otot yang tidak normal.

Meski para ilmuwan telah menetapkan bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan buruk bagi jantung, beberapa pertanyaan tetap tidak terjawab.

Pertama, tidak tahu apakah tingkat Holiday Heart Syndrome berbeda pada peminum jangka panjang dibandingkan dengan yang bukan peminum. Penggunaan alkohol kronis dikaitkan dengan masalah jantung tertentu yang dikenal sebagai kardiomiopati alkoholik .

Pada tahap ini, dinding jantung menjadi meregang, menebal atau kaku, mengubah kemampuan jantung untuk memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Mungkin ada risiko tambahan Holiday Heart Syndrome jika peminum alkohol setiap hari melakukan pesta minuman keras.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore