
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam Hasan dan Husein.
JawaPos.com–Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dengan nama Hasan dan Husein, berusia 13 bulan asal Subang. Namun, salah satu bayi yaitu Hasan meninggal dunia akibat tidak mampu melewati masa kritis usai operasi.
”Setelah tindakan pemisahan memang terdapat kondisi yang belum stabil, kemudian masa kritis itu sudah kami sadari, akan kemungkinan risiko bahkan paling berat sekali pun,” kata Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RS Hasan Sadikin dr Dikky Drajat seperti dilansir dari Antara di Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/10).
Dia menjelaskan, setelah melewati operasi pemisahan, kedua bayi tersebut mengalami fase kritis selama dua hari. Tim dokter sudah mengetahui kemungkinan terburuk apabila melakukan tindakan pemisahan.
Dikky menuturkan pada Selasa (24/7), bayi Hasan meninggal dunia karena tidak mampu melewati masa kritis.
”Pasien harus mempunyai kemampuan adaptasi di lingkungan baru. Setelah operasi masa kritis harus dilewati, ternyata pada satu pasien kembar siam (Hasan) mengalami sesuatu hal risiko yang kita duga,” kata Dikky.
Untuk bayi Husein, kata dia, telah mengalami kemajuan, namun masih dalam kondisi yang kritis.
”Masa kritis belum terlewati, progres melewati kemajuan. Pasien bangun dengan mata terbuka, kita ajak respons dan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan membaik,” papar Dikky.
Dia mengatakan, operasi pemisahan itu berlangsung selama tujuh jam dan melibatkan 90 anggota tim pemisahan dan 30 di antaranya merupakan dokter. Adapun, tubuh bayi kembar siam itu berdempetan di bagian dada dan perut.
”Hasan dan Husein bayi kembar siam kami yang ke-27 dan pasien ke-13 yang telah mengalami tindakan operasi,” terang Dikky.
Direktur Utama RS Hasan Sadikin Bandung dr Jimmy Panelewen mengapresiasi kinerja dari seluruh tim dokter pemisahan bayi kembar siam, Hasan dan Husein. Sebab, telah berjuang dalam operasi tindakan tersebut.
”Saya sangat bangga dengan tim penanganan pasien-pasien dengan kembar siam yang kemudian bisa memberikan sesuatu terhadap masyarakat, terutama masyarakat Jawa Barat,” tutur Jimmy Panelewen.
Jimmy menambahkan, tidak banyak rumah sakit di Indonesia yang mampu untuk menangani kasus pasien kembar siam. Namun dengan kesigapan tim dokter RS Hasan Sadikin menunjukkan keberhasilan dalam menangani kasus tersebut dalam 10 tahun terakhir.
”RS Hasan Sadikin sudah ada pada tingkat yang betul-betul sangat memadai untuk bisa melakukan penanganan-penanganan yang mungkin bagi rumah sakit lain itu masih menjadi keragu-raguan untuk melaksanakan tindakan,” ucap Jimmy.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
