Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Agustus 2023 | 17.35 WIB

Hadirkan Teknologi Modern FiLAC Bagi Penyintas Fistula Ani

Teknologi baru dari Jerman Fistula Ani Laser Closure (FiLAC) tersedia di RS EMC Pulomas untuk menangani penyintas Fistula Ani. (Dok. RS EMC. Pulomas) - Image

Teknologi baru dari Jerman Fistula Ani Laser Closure (FiLAC) tersedia di RS EMC Pulomas untuk menangani penyintas Fistula Ani. (Dok. RS EMC. Pulomas)

JawaPos.com - Fistula ani adalah kondisi terbentuknya saluran abnormal di antara ujung usus besar dan kulit pada area anus atau dubur. Abses di dekat anus dapat terus berkembang bila tidak diatasi. Lama-kelamaan, nanah dalam abses tersebut akan berusaha mencari jalan keluar dari tubuh dan membentuk saluran di bawah kulit sampai ke anus.

Untuk mengatasinya, dokter akan memeriksa tanda iritasi pada anus dan area sekitarnya, serta melihat apakah ada lubang kecil di dekat bukaan anus yang mengeluarkan nanah ketika ditekan. Selain itu dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk memastikan adanya fistula ani.

Permasalahannya sekarang jika sudah terjangkit penyakit fistula ani ini apakah sudah tidak ada jalan keluar selain harus dioperasi?

“Saat ini sudah ada teknologi baru dari Jerman Fistula Ani Laser Closure (FiLAC) berupa Laser dan fiber nya yang lentur yang mampu mencari rongga-rongga fistula Ani yang sulit,” kata Dokter ahli spesialis bedah dr. Tony Sukentro, Sp.B dari RS EMC Pulomas, Jakarta Timur dalam keterangan tertulis yang diterima.

Tony menjelaskan, pada metode FiLAC, luka yang ditimbulkan dari proses penanganan juga terbilang kecil sehingga penyembuhannya lebih cepat. Hal ini membuat perawatan lebih mudah, tidak mengerikan dan recovery lebih cepat dibandingkan yang konvensional.

Ia menyebutkan beberapa keunggulan FiLAC dibandingakan dengan teknik lain. Pertama, Minimally Invasive dengan metode FiLAC yang dapat mengurangi kerusakan jaringan sehat di fistula, serta meminimalkan rasa sakit dan waktu pemulihan.

"Mengurangi pemotongan kulit penggunaan metode FiLAC dapat menghindari pemotongan kulit tambahan. Sehingga waktu sembuh pasien menjadi lebih cepat," lanjut Tony.

Namun, seperti halnya setiap prosedur medis, FiLAC juga memiliki potensi resiko dan efek samping dan hasilnya dapat bervariasi. Efektivitas FiLAC dibandingkan dengan teknik lain seperti operasi flap, teknik seton, atau pendekatan lain akan tergantung pada penilaian medis yang komprehensif terhadap kasus pasien tertentu.

Direktur RS EMC Pulomas, Jakarta dr. Julia Sutandar menambahkan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter ahli bedah yang berpengalaman untuk menilai opsi pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

“Kami melayani kesehatan bagi masyarakat luas dengan teknologi terbaru dan modern, memberikan kontribusi besar dalam pengembangan bidang bedah di Indonesia.” pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore