
Teknologi baru dari Jerman Fistula Ani Laser Closure (FiLAC) tersedia di RS EMC Pulomas untuk menangani penyintas Fistula Ani. (Dok. RS EMC. Pulomas)
JawaPos.com - Fistula ani adalah kondisi terbentuknya saluran abnormal di antara ujung usus besar dan kulit pada area anus atau dubur. Abses di dekat anus dapat terus berkembang bila tidak diatasi. Lama-kelamaan, nanah dalam abses tersebut akan berusaha mencari jalan keluar dari tubuh dan membentuk saluran di bawah kulit sampai ke anus.
Untuk mengatasinya, dokter akan memeriksa tanda iritasi pada anus dan area sekitarnya, serta melihat apakah ada lubang kecil di dekat bukaan anus yang mengeluarkan nanah ketika ditekan. Selain itu dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk memastikan adanya fistula ani.
Permasalahannya sekarang jika sudah terjangkit penyakit fistula ani ini apakah sudah tidak ada jalan keluar selain harus dioperasi?
“Saat ini sudah ada teknologi baru dari Jerman Fistula Ani Laser Closure (FiLAC) berupa Laser dan fiber nya yang lentur yang mampu mencari rongga-rongga fistula Ani yang sulit,” kata Dokter ahli spesialis bedah dr. Tony Sukentro, Sp.B dari RS EMC Pulomas, Jakarta Timur dalam keterangan tertulis yang diterima.
Tony menjelaskan, pada metode FiLAC, luka yang ditimbulkan dari proses penanganan juga terbilang kecil sehingga penyembuhannya lebih cepat. Hal ini membuat perawatan lebih mudah, tidak mengerikan dan recovery lebih cepat dibandingkan yang konvensional.
Ia menyebutkan beberapa keunggulan FiLAC dibandingakan dengan teknik lain. Pertama, Minimally Invasive dengan metode FiLAC yang dapat mengurangi kerusakan jaringan sehat di fistula, serta meminimalkan rasa sakit dan waktu pemulihan.
"Mengurangi pemotongan kulit penggunaan metode FiLAC dapat menghindari pemotongan kulit tambahan. Sehingga waktu sembuh pasien menjadi lebih cepat," lanjut Tony.
Namun, seperti halnya setiap prosedur medis, FiLAC juga memiliki potensi resiko dan efek samping dan hasilnya dapat bervariasi. Efektivitas FiLAC dibandingkan dengan teknik lain seperti operasi flap, teknik seton, atau pendekatan lain akan tergantung pada penilaian medis yang komprehensif terhadap kasus pasien tertentu.
Direktur RS EMC Pulomas, Jakarta dr. Julia Sutandar menambahkan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter ahli bedah yang berpengalaman untuk menilai opsi pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
“Kami melayani kesehatan bagi masyarakat luas dengan teknologi terbaru dan modern, memberikan kontribusi besar dalam pengembangan bidang bedah di Indonesia.” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
