Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Juni 2017 | 18.53 WIB

Meninggal Saat Piket, Ini Gambaran Beban Kerja Dokter Stefanus Taofik

SELAMAT JALAN: Dr Stefanus Taofik SpAn semasa berdinas sebagai spesialis anestesi di RS Pondok Indah Bintaro Jaya di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. - Image

SELAMAT JALAN: Dr Stefanus Taofik SpAn semasa berdinas sebagai spesialis anestesi di RS Pondok Indah Bintaro Jaya di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

JawaPos.com – Jiwa dan semangat Dokter Spesialis Anstesi dr Stefanus Taofik, SpAn begitu tinggi dalam melayani pasiennya. Hal itu terlihat dari semangatnya menangani pasien di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya saat piket Lebaran. Namun, ternyata takdir berkata lain dan menjemput nyawanya lebih cepat. Almarhum meninggal saat bertugas.



Penyebabnya hingga kini belum bisa dipastikan, kemungkinan kuat karena kelelahan atau penyakit jantung. Menanggapi kasus itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi menjelaskan masalah piket Lebaran merupakan kasus kondisional. Dia mengakui berkaca dari kasus itu, ke depan harus ada regulasi beban kerja bagi para dokter terutama saat libur hari-hari besar.



“Penting untuk diingatkan harus membuat regulasi aturan beban kerja. Harus mulai diatur,” tegasnya kepada JawaPos.com, Kamis (29/6).



Sebab, kata Adib, saat dokter spesialis harus bertugas ketika jaga piket, maka mereka bukan sekedar menjaga tetapi harus siap atau standby. Kesiapan dan kesigapan tentu berdasarkan pada kebutuhan atau bersifat On Call.



“Seperti dokter anastesi atau spesialis lainnya misalnya dokter kandungan, misalnya ada pasien harus cepat ditangani. Itu tugasnya menjaga kamar jaga untuk itu,” jelasnya.



Sehingga sebetulnya, lanjut Adib, Dokter Stefanus saat bertugas tidak terus-terusan bekerja setiap malam tanpa tidur. Akan tetapi karena sifatnya On Call, maka almarhum pasti bisa sesekali istirahat atau tidur di kamar jaga jika tak ada pasien.



“Jadi di pikiran masyarakat yang namanya jaga piket, bukan berarti melek terus-terusan seperti itu. Bukan begitu. Kecuali misalnya dokter jaga UGD benar-benar melek dan tetap diatur berdasarkan sistem shift,” tegasnya.




Sementara itu Humas Pondok Indah Bintaro Jaya, Hestia Amriani, menegaskan jam kerja Dokter Stefanus masih wajar. Almarhum bukan bekerja lima hari berturut-turut seperti yang diberitakan, akan tetapi 2x24 jam. (cr1/JPG)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore