Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Maret 2017 | 03.48 WIB

Minum Obat Jangka Panjang, Bagaimana Kondisi Ginjal?

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Hari Ginjal Sedunia harus menjadi pintu masuk bagi siapa saja untuk mengerti tentang kesehatan ginjal. Kebiasaan masyarakat Indonesia adalah sangat mudah mengonsumsi obat sembarangan. Pembelian obat warung yang dijual bebas terlalu mudah untuk didapatkan. Sebetulnya, penggunaan obat dalam jangka panjang akan berdampak negatif bagi kesehatan ginjal.


“Untuk mendapatkan ginjal yang sehat, hindari minum obat jangka panjang. Misalnya obat-obatan rematik dan pereda nyeri,” kata Kepala Subdit Penyakit Jantung Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Zamhir Setiawan, dalam Konferensi Pers Hari Ginjal Sedunia, Rabu (8/3).


Zamhir mengungkapkan catatan jumlah pasien ginjal sudah mencapai 100 ribu orang. Paling banyak yaitu 90 persen berakhir dengan cuci darah. Selain mencegahnya dengan hindari hipertensi, obesitas, dan diabetes, masyarakat juga tak boleh sembarangan mengonsumsi obat.


“Pasien gagal ginjal tentu sudah dalam tahap akhir yaitu di stadium 4-5. Maka hati-hati juga konsumsi obat sembarangan. Apalagi di Indonesia, kita banyak herbal dan jamu,”  ungkap Zamhir.


Zamhir menjelaskan banyak pasiennya yang bertanya tentang kekhawatiran menggunakan obat-obatan seumur hidup saat sudah terkena diabetes atau darah tinggi. Namun Zamhir memastikan obat-obatan tersebut aman dan tidak merusak ginjal. Justru obat tersebut bertujuan untuk melindungi ginjal dengan menurunkan tekanan darah dan gula darah.


“Pemakaian obat-obatan analgetik, pereda nyeri, atau rematik sembarangan itu yang bahaya. Tapi kalau pasien diabetes disuruh minum obat seumur hidup apa ginjal enggak rusak? Yang merusak itu bukan obatnya, karena itu sudah direkomendasikan dunia. Yang merusak adalah gula darah yang tinggi dan tekanan darah yang tinggi,” ungkapnya.


Penyakit ginjal bisa terdeteksi sejak dini dengan pemeriksaan urin secara keseluruhan, cegah hipertensi, dan diabetes. Cek tekanan darah dan gula darah bisa dilakukan di dokter layanan primer. (cr1/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore