
Seorang Terapis Lintah tengah menangani pasien.
JawaPos.com - Di samping pengobatan medis dari ilmu kedotkeran, sejumlah penyakit kadang kala perlu mendapatkan terapi khusus agar si penderita penyakit itu bisa sembuh.
Ada beragam terapi untuk mengangkat penyakit membandel. Di antaranya ada terapi lintah. Terapi ini diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti, menormalkan gula darah, menetralisir asam urat dan mengempiskan bengkak, serta meredakan rasa sakit akibat pendarahan dan berbagai penyakit lainnya. Lantas seperti apa cara kerjanya?
Seorang perempuan terlihat berbaring di ruang tengah ruangan. Di pusar wanita tersebut ada tiga lintah. Dengan telaten, terapis lintah memindahkan satu lintah dengan lintah lainnya tanpa merasa jijik. Sementara sang pasien terlihat begitu tenang menjalani terapi lintah yang dijalaninya.
Pasien terapi lintah, Lina Andrian, 23, memilih terapi lintah karena rekomendasi dari temannya. Wajah Lina Andrian berjerawat. Temannya menyarankan mengikuti terapi lintah. Selama seminggu mengikuti terapi lintah tersebut, jerawatnya berkurang.
Pasien lainnya, Susi, 37, mencoba terapi lintah agar penyakit gulanya bisa sembuh. Awalnya, dia geli dan takut mencoba terapi lintah tersebut. Tapi setelah terbiasa, tubuhnya terasa ringan dan luka di ujung ibu jari kakinya jadi
mengering.
Nurhayati, pemilik Pengobatan Alternatif Tongkat Minang di Jalan Khatib Sulaiman No 8 A Kota Padang menyebutkan, meskipun jijik dengan lintah, namun sebetulnya lintah membantu manusia. Di dalam air liur lintah mengandung 15 unsur zat aktif yakni putih telur hirudin bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah serta menjadi antibiotik.
Dia memaparkan cara kerja terapi lintah dengan menempatkan lintah pada bagian tubuh yang sakit untuk diobati. Dengan menunggu kurang lebih 1, 5 jam atau sampai lintah jatuh sendiri dari bagian tubuh tersebut. Ini sebagai tanda bahwa lintah telah menyedot darah kotor yang menyebabkan sakit.
Teknik pengobatan ini, biasanya akan membutuhkan waktu paling cepat 3 hari lamanya tergantung respons tubuh pasiennya. Satu lintah alternatif dikenai biaya Rp 25 ribu dan lintah yang digunakan dari jenis lintah kerbau dengan ukurann sedang. (cr24/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
