
Ilustrasi
JawaPos.com - Orang tua harus memiliki pengetahuan lebih jauh saat memutuskan memberikan gadget pada anak. Salah satunya dalam hal memainkan peran menyaring atau filter terhadap konten-konten pada gadget. Usia anak juga perlu menjadi pertimbangan saat anak diberikan gadget agar tidak kecanduan.
"Saat berikan gadget pada anak harus dipikirkan dulu apa pentingnya. Apa penting anak usia 3 tahun dikasih? Apa hanya gengsi karena tetangga sudah kasih?," tukas Pakar ICT Watch Widuri, dalam peluncuran Game Anak Sholeh, Rabu (20/9).
1. Status Gadget
Widuri menyarankan agar orang tua memberikan gadget kepada anak sebaiknya dengan status "pinjam pakai". Ponsel atau gadget yang diberikan bisa berupa hibah yang diturunkan orang tua pada anak.
"Sehingga kalau pinjam pakai, orang tua kasih tak serta merta gadget itu punya anak. Jika anak usia 11 tahun diberi gagget punya ayahnya, maka karena statusnya pinjam maka si pemilik boleh melihat dan tak boleh dikasih password atau pin," tegas Widuri.
2. Fasilitas WiFi
Orang tua diminta untuk mempertimbangkan kembali memasang WiFi di rumah. Jika sudah terlanjur, maka bisa disiasati dengan memberikan DNS Filtering baik yang gratis atau berbayar.
"Hal itu untuk mencegah konten-konten negatif saat anak di rumah," paparnya.
3. Kesepakatan
Sebelum anak diberikan gadget, maka gadget itu juga harus dipasang atau setting filter. Bisa membuat kontrak kesepakatan semacam perjanjian tertulis dengan anak agar anak lebih patuh.
4. Pendampingan
Ketika anak sedang bermain game online, orang tua harus bersifat ingin apa sih yang sedang dimainkan anak.
"Misalnya ketika anak rajin dengan permainan Maincraft, maka orang tua harus tanya lagi ngapain sih, caranya gimana, dan apa asyiknya, dan lain-lain," kata Widuri.
5. Durasi
Batasan waktu tentu harus jelas dan konsisten oleh para orang tua saat mengizinkan anak bermain gadget. Orang tua juga wajib menjadi teladan.
"Jangan sampai anak dilarang, bapaknya malah main gadget di depan anak saat malam hari dengan alasan sedang kerja. Susah juga ya untuk menyentil hal itu, karena itu harus saling menyadari," jelasnya
6. Waspadai Chat Online
Di dalam game online saat ini seringkali ada mekanisme chat atau obrolan. Hal itu akan sulit diketahui jika orang tua tak aktif bertanya atau anak pasif bercerita.
"Sebab dari chat online itu juga berbahaya. Anak akan ngobrol dengan orang yang tak dikenalnya karena bersifat virtual. Hal ini bisa memicu pornoaksi atau pelecehan seksual. Bahkan mengajak kopi darat hingga anak terjerumus," tukasnya.
7. Kecanduan
Jika sudah kecanduan, anak akan sulit lepas dari game dan gadget. Hal itu tentu akan membutuhkam bantuan profesional dari para psikolog.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
