Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 20.38 WIB

6 Masalah yang Tak Terduga Paling Sering Menyebabkan Perceraian Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang memiliki masalah pada hubungannya./Magnific/bearfotos - Image

seseorang yang memiliki masalah pada hubungannya./Magnific/bearfotos

JawaPos.com - Perceraian sering kali dianggap terjadi karena masalah besar: perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, masalah ekonomi, atau konflik yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, dari sudut pandang psikologi hubungan, keretakan pernikahan tidak selalu dimulai dari sebuah peristiwa dramatis.

Justru, banyak hubungan berakhir setelah mengalami akumulasi masalah kecil yang terus berulang.

Hal-hal yang pada awalnya terlihat sepele—seperti cara pasangan berbicara, kebiasaan menghindari percakapan, kurangnya apresiasi, atau perbedaan cara menghadapi stres—dapat perlahan mengubah kualitas sebuah hubungan. Ketika pola tersebut berlangsung lama tanpa diperbaiki, pasangan bisa merasa semakin jauh secara emosional.

Yang lebih menarik, beberapa penyebab perceraian yang paling berbahaya bukanlah masalah yang terlihat jelas. Pasangan mungkin masih tinggal serumah, masih menjalankan rutinitas, bahkan masih terlihat baik-baik saja di depan orang lain. Namun, secara emosional, hubungan tersebut sudah mengalami keretakan.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (22/8), terdapat enam masalah yang mungkin terlihat tidak terduga, tetapi dapat berperan besar dalam rusaknya sebuah pernikahan jika terus dibiarkan.

1. Merasa Tidak Dihargai, Bukan Sekadar Tidak Dicintai

Banyak orang mengira bahwa kebutuhan utama dalam pernikahan adalah cinta. Tentu saja cinta penting, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, seseorang juga membutuhkan perasaan bahwa dirinya dihargai dan dianggap penting oleh pasangan.

Masalahnya, rasa tidak dihargai sering muncul dalam bentuk yang sangat kecil.

Misalnya, seseorang sudah berulang kali membantu pekerjaan rumah tetapi tidak pernah mendapatkan apresiasi. Atau seseorang berusaha mendukung karier pasangannya, tetapi pengorbanannya dianggap sebagai sesuatu yang memang "seharusnya" dilakukan.

Pada awalnya, hal tersebut mungkin tidak dianggap sebagai masalah besar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore