Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 20.07 WIB

6 Cara Sederhana yang Terbukti untuk Membantu Seseorang Merasa Lebih Baik Menurut Psikologi

seseorang yang membantu orang merasa lebih baik / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection

 

JawaPos.com - Ketika seseorang yang kita sayangi sedang menghadapi hari yang berat, sering kali kita merasa bingung harus berbuat apa. Banyak orang berpikir bahwa mereka harus memberikan solusi terbaik atau kata-kata yang sangat bijaksana agar bisa membantu. Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi, hal-hal sederhana justru sering kali memberikan dampak yang lebih besar terhadap kondisi emosional seseorang.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (21/7), psikologi menjelaskan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor paling penting dalam menjaga kesehatan mental. Kehadiran orang lain yang memberikan rasa aman, dipahami, dan diterima mampu membantu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kesejahteraan emosional.

Lalu, apa saja cara sederhana yang benar-benar terbukti dapat membantu seseorang merasa lebih baik? Berikut enam di antaranya.

1. Dengarkan dengan Penuh Perhatian

Salah satu kebutuhan terbesar ketika seseorang sedang mengalami kesulitan adalah merasa didengar. Sayangnya, banyak orang justru terburu-buru memberikan saran sebelum memahami apa yang sebenarnya dirasakan lawan bicaranya.

Dalam psikologi, praktik ini dikenal sebagai active listening atau mendengarkan secara aktif. Artinya, kita benar-benar fokus pada pembicaraan tanpa menyela, menghakimi, ataupun langsung menawarkan solusi.

Cara sederhana melakukannya antara lain:

Menjaga kontak mata.
Menganggukkan kepala sebagai tanda memahami.
Mengulang inti pembicaraan dengan kalimat seperti, "Jadi kamu merasa sangat kecewa karena hal itu, ya?"
Menghindari bermain ponsel saat mereka berbicara.

Ketika seseorang merasa didengar, otaknya akan menangkap sinyal bahwa ia berada di lingkungan yang aman. Hal ini membantu menurunkan tekanan emosional dan membuatnya lebih mudah mengelola perasaan negatif.

2. Validasi Perasaan Mereka

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah mengatakan kalimat seperti:

"Jangan sedih."
"Kamu terlalu berlebihan."
"Masih banyak orang yang lebih susah."

Walaupun berniat baik, ucapan tersebut justru dapat membuat seseorang merasa emosinya tidak dihargai.

Psikologi mengenalkan konsep emotional validation, yaitu mengakui bahwa perasaan seseorang adalah nyata dan wajar untuk dirasakan.

Contohnya:

"Aku bisa mengerti kenapa kamu merasa seperti itu."
"Situasi ini memang tidak mudah."
"Wajar kalau kamu merasa kecewa."

Validasi bukan berarti kita setuju dengan semua tindakan mereka, tetapi kita mengakui bahwa emosi yang muncul memiliki alasan. Hal sederhana ini dapat meningkatkan rasa diterima dan mengurangi perasaan kesepian.

3. Berikan Dukungan Lewat Tindakan Kecil

Tidak semua bantuan harus berupa nasihat panjang. Terkadang tindakan sederhana jauh lebih bermakna.

Misalnya:

Mengirim makanan favorit.
Menemani berjalan santai.
Menawarkan bantuan menyelesaikan pekerjaan.
Mengantar ke tempat yang mereka tuju.
Membuatkan secangkir teh atau kopi.

Dalam psikologi sosial, tindakan nyata seperti ini disebut sebagai instrumental support, yaitu dukungan yang membantu meringankan beban seseorang secara langsung.

Ketika seseorang sedang stres, energi mentalnya sering kali menurun. Bantuan kecil dapat mengurangi beban tersebut sehingga mereka memiliki ruang untuk memulihkan kondisi emosional.

4. Ajak Melakukan Aktivitas Menyenangkan

Saat sedang sedih, banyak orang memilih mengurung diri. Padahal, terlalu lama menarik diri justru dapat memperburuk suasana hati.

Psikologi perilaku mengenalkan teknik behavioral activation, yaitu mendorong seseorang melakukan aktivitas positif meskipun awalnya tidak memiliki motivasi.

Aktivitas tersebut tidak harus rumit, misalnya:

Jalan kaki sore.
Bersepeda.
Menonton film favorit.
Berkebun.
Memasak bersama.
Bermain dengan hewan peliharaan.

Aktivitas fisik ringan dan pengalaman yang menyenangkan membantu meningkatkan produksi hormon seperti endorfin dan dopamin yang berperan dalam memperbaiki suasana hati.

Yang terpenting, jangan memaksa. Berikan ajakan dengan lembut dan hormati jika mereka belum siap.

5. Berikan Pelukan atau Sentuhan yang Menenangkan (Jika Mereka Nyaman)

Sentuhan fisik yang tepat dapat menjadi bentuk dukungan emosional yang sangat kuat.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelukan dapat membantu menurunkan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan hormon oksitosin yang sering disebut sebagai "hormon kedekatan".

Namun, ada satu syarat penting: lakukan hanya jika orang tersebut merasa nyaman dengan sentuhan fisik.

Alternatif lain yang tetap menunjukkan kepedulian adalah:

Menepuk bahu.
Menggenggam tangan.
Duduk di samping mereka dengan tenang.

Kehadiran tanpa banyak kata sering kali jauh lebih berarti dibandingkan seribu nasihat.

6. Tetap Menjaga Komunikasi Setelahnya

Banyak orang memberikan perhatian hanya pada hari pertama ketika mengetahui seseorang sedang mengalami masalah. Setelah itu, komunikasi perlahan menghilang.

Padahal, menurut psikologi, dukungan yang konsisten jauh lebih berpengaruh dibanding perhatian sesaat.

Beberapa hari setelah percakapan pertama, cobalah menghubungi mereka kembali.

Misalnya dengan pesan sederhana:

"Apa kabar hari ini?"
"Aku kepikiran kamu."
"Kalau butuh teman cerita, aku ada."

Kalimat singkat tersebut memberikan pesan bahwa mereka tidak sendirian.

Bahkan jika mereka tidak langsung membalas, mengetahui ada seseorang yang tetap peduli dapat meningkatkan rasa aman dan harapan.

Hal yang Sebaiknya Dihindari

Selain mengetahui apa yang perlu dilakukan, penting juga memahami beberapa sikap yang justru dapat memperburuk keadaan.

Hindari hal-hal berikut:

Membandingkan masalah mereka dengan orang lain.
Memaksa mereka untuk segera bahagia.
Menghakimi keputusan yang pernah mereka buat.
Terlalu cepat memberi solusi tanpa mendengarkan.
Menganggap masalah mereka sepele.
Memaksakan optimisme yang tidak realistis.

Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi tekanan hidup. Menghormati proses tersebut merupakan bentuk empati yang sangat berarti.

Mengapa Cara-Cara Sederhana Ini Efektif?

Psikologi menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa aman, diterima, dan terhubung dengan orang lain. Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi, sistem saraf menjadi lebih tenang sehingga seseorang lebih mampu mengelola stres dan emosi negatif.

Yang membuat seseorang merasa lebih baik bukan selalu solusi yang sempurna, melainkan kehadiran orang yang bersedia menemani tanpa menghakimi.

Sering kali, kalimat sederhana seperti, "Aku di sini kalau kamu butuh," memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada nasihat panjang yang tidak diminta.

Penutup

Membantu seseorang merasa lebih baik tidak selalu membutuhkan kemampuan sebagai psikolog atau konselor. Dengan mendengarkan secara aktif, memvalidasi perasaan, memberikan bantuan kecil, mengajak melakukan aktivitas positif, menunjukkan kasih sayang yang sesuai, serta menjaga komunikasi, kita sudah memberikan dukungan emosional yang sangat berharga.

Namun, jika seseorang menunjukkan kesedihan yang berkepanjangan, kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, sering membicarakan keputusasaan, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, dorong mereka untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater. Dukungan dari orang terdekat sangat penting, tetapi tidak menggantikan penanganan profesional ketika kondisi mental sudah memerlukannya.

Pada akhirnya, kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan besar. Justru perhatian kecil yang dilakukan dengan tulus sering menjadi alasan seseorang mampu melewati hari-hari yang paling sulit.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore