Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juni 2026 | 03.09 WIB

Orang yang Makan Perlahan Memiliki 8 Ciri Terkait Kehadiran Ini Menurut Psikologi

seseorang yang makan dengan perlahan / foto: Magnific/pvproductions - Image

seseorang yang makan dengan perlahan / foto: Magnific/pvproductions

JawaPos.com - Di tengah kehidupan yang serba cepat, makan sering kali berubah menjadi aktivitas yang dilakukan sambil bekerja, menonton video, membalas pesan, atau bahkan berjalan. Banyak orang menyelesaikan makanan mereka dalam hitungan menit tanpa benar-benar menyadari rasa, aroma, dan tekstur yang mereka konsumsi.

Namun, ada sekelompok orang yang berbeda. Mereka makan dengan tenang, mengunyah lebih lama, menikmati setiap suapan, dan tidak terburu-buru meninggalkan meja makan. Sekilas, kebiasaan ini mungkin terlihat sederhana. Akan tetapi, psikologi menunjukkan bahwa cara seseorang makan sering kali mencerminkan cara mereka menjalani kehidupan secara keseluruhan.

Orang yang makan perlahan sering dikaitkan dengan tingkat kehadiran atau presence yang lebih tinggi. Kehadiran di sini berarti kemampuan untuk benar-benar hadir pada momen yang sedang berlangsung, bukan terus-menerus terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kekhawatiran tentang masa depan.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (3/6), terdapat delapan ciri yang sering ditemukan pada orang yang makan perlahan menurut perspektif psikologi.

1. Lebih Sadar Terhadap Momen Saat Ini

Orang yang makan perlahan cenderung lebih mampu memusatkan perhatian pada apa yang sedang mereka lakukan. Ketika mereka makan, fokus mereka berada pada makanan, bukan pada puluhan hal lain yang berebut perhatian.

Dalam psikologi, kemampuan ini dikenal sebagai mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini tanpa menghakimi.

Mereka memperhatikan rasa makanan, aroma, suhu, dan sensasi mengunyah. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan yang baik untuk hadir dalam pengalaman sehari-hari.

Karena terbiasa hidup lebih sadar, mereka juga sering lebih menikmati hal-hal kecil yang mungkin terlewat oleh orang lain.

2. Tidak Terlalu Dikuasai Oleh Rasa Tergesa-Gesa

Banyak orang makan cepat karena merasa harus segera menyelesaikan sesuatu berikutnya. Pikiran mereka sudah berada pada rapat berikutnya, tugas yang belum selesai, atau aktivitas lain yang menunggu.

Sebaliknya, orang yang makan perlahan biasanya memiliki hubungan yang lebih sehat dengan waktu. Mereka memahami bahwa tidak semua hal harus dilakukan dengan terburu-buru.

Ini bukan berarti mereka malas atau tidak produktif. Justru mereka cenderung memahami kapan harus bergerak cepat dan kapan harus melambat untuk menikmati proses.

Kemampuan mengatur ritme hidup seperti ini sering berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah.

3. Lebih Peka Terhadap Sinyal Tubuh

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore