Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 April 2026 | 03.22 WIB

Ingin Disukai Banyak Orang? Kuasai Keterampilan Menertawakan Diri Sendiri Menurut Pakar Psikologi

ILUSTRASI. Seseorang yang menertawakan kekonyolannya sendiri. (Freepik/freepik) - Image

ILUSTRASI. Seseorang yang menertawakan kekonyolannya sendiri. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda menumpahkan kopi ke baju sesaat sebelum rapat penting dimulai? Bagi kebanyakan orang, momen ini adalah bencana yang memicu rasa malu luar biasa. Namun, sains justru mengungkap rahasia. Reaksi Anda terhadap kejadian memalukan tersebut bisa menjadi kunci untuk disukai banyak orang.

Alih-alih tersipu malu atau mencoba menyembunyikan noda tersebut, menertawakan diri sendiri ternyata adalah keterampilan sosial yang sangat baik. Kemampuan untuk menemukan humor di tengah rasa tidak percaya diri membuat Anda tampak jauh lebih autentik di mata orang lain.

Fenomena ini membuktikan bahwa orang-orang jauh lebih tertarik pada individu yang tidak terlalu mempermasalahkan kesalahan kecil. Dengan tertawa, Anda mengirimkan sinyal bahwa Anda adalah pribadi yang santai dan memiliki kontrol emosional yang baik dalam situasi sulit.

Dilansir dari YourTango, Selasa (31/3), menertawakan kekurangan pribadi, seperti tersandung di depan orang yang disukai, justru membuat Anda terlihat lebih kompeten. Efek psikologisnya jauh lebih besar daripada sekadar bersikap kaku atau menunjukkan kecanggungan yang berlebihan.

1. Menertawakan Diri Sendiri: Sinyal Percaya Diri yang Autentik

Mengakui kesalahan dengan tawa dapat mengubah dinamika sosial secara instan. Ketika Anda menjadi orang pertama yang menertawakan keteledoran sendiri, pandangan orang di sekitar Anda akan bergeser dari menghakimi menjadi merasa simpati dan terhubung dengan Anda.

"Mengakui kesalahan dan tertawa terlebih dahulu dapat mengubah suasana sepenuhnya Anda beralih dari dihakimi menjadi orang yang dapat dipahami," jelas salah satu penulis studi tersebut, Övül Sezer. Penjelasan ini menekankan bahwa tawa adalah jembatan menuju penerimaan sosial yang lebih luas.

Lebih lanjut, Sezer menambahkan bahwa reaksi ini menunjukkan tingkat penerimaan diri yang tinggi. Orang-orang secara alami merasa nyaman berada di dekat individu yang sudah berdamai dengan kekurangan mereka sendiri. "Tertawa pada diri sendiri menandakan penerimaan diri, dan kita menyukai orang-orang yang menerima diri mereka sendiri," ungkapnya.

Studi ini diperkuat dengan eksperimen terhadap lebih dari 3.000 peserta yang mengamati berbagai kejadian memalukan. Hasilnya konsisten: mereka yang menertawakan diri sendiri selalu dipandang lebih positif, lebih menarik, dan lebih kuat secara mental dibandingkan mereka yang menunjukkan rasa tidak nyaman.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore