
seseorang yang dibesarkan oleh orang tua yang ketat. (Freepik/peoplecreations)
JawaPos.com - Banyak orang tumbuh dalam lingkungan keluarga dengan aturan yang ketat—jadwal teratur, ekspektasi tinggi, dan disiplin yang kuat. Pola asuh seperti ini sering kali bertujuan baik: membentuk anak yang bertanggung jawab, disiplin, dan sukses. Namun, menurut psikologi, pengalaman masa kecil ini juga dapat meninggalkan jejak yang tidak selalu disadari hingga seseorang dewasa.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan perilaku umum yang sering muncul pada orang dewasa yang dibesarkan oleh orang tua yang ketat, beserta penjelasan psikologis di baliknya.
1. Takut Membuat Kesalahan
Orang yang dibesarkan dengan standar tinggi sering menginternalisasi keyakinan bahwa kesalahan adalah sesuatu yang harus dihindari. Saat kecil, kesalahan mungkin direspons dengan kritik atau hukuman.
Dampaknya saat dewasa:
Perfeksionisme berlebihan
Takut mencoba hal baru
Overthinking dalam mengambil keputusan
Secara psikologis, ini berkaitan dengan fear of failure dan conditional self-worth, di mana harga diri bergantung pada performa.
2. Sulit Mengambil Keputusan Sendiri
Jika sejak kecil keputusan banyak ditentukan oleh orang tua, individu bisa tumbuh tanpa kepercayaan diri dalam menentukan pilihan sendiri.
Ciri yang muncul:
Sering meminta validasi orang lain
Takut memilih jalan hidup yang berbeda
Mudah ragu
Ini berkaitan dengan kurang berkembangnya autonomy dalam teori perkembangan psikologi.
3. Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Orang tua yang ketat sering kali menggunakan kritik sebagai alat pembelajaran. Anak kemudian menginternalisasi suara tersebut menjadi “kritikus internal”.
Akibatnya:
Self-talk negatif
Sulit merasa puas
Selalu merasa “kurang”
Fenomena ini dikenal sebagai inner critic dalam psikologi kognitif.
4. Sulit Mengekspresikan Emosi
Dalam keluarga yang sangat disiplin, ekspresi emosi kadang dianggap sebagai kelemahan atau tidak penting.
Dampaknya:
Menahan perasaan
Canggung saat mengungkapkan emosi
Kesulitan dalam hubungan interpersonal
Ini sering dikaitkan dengan emotional suppression dan alexithymia ringan.
5. Sangat Patuh pada Aturan (atau Justru Sebaliknya)
Menariknya, hasil pola asuh ketat bisa dua arah:
Sangat patuh: takut melanggar aturan
Sangat memberontak: ingin membebaskan diri dari kontrol
Ini dijelaskan dalam teori reactance, yaitu dorongan psikologis untuk melawan pembatasan kebebasan.
6. Haus Validasi Eksternal
Jika penghargaan dari orang tua hanya diberikan saat memenuhi standar tertentu, anak belajar bahwa nilai dirinya ditentukan oleh pengakuan orang lain.
Saat dewasa:
Mencari pujian terus-menerus
Takut mengecewakan orang lain
Sulit merasa cukup tanpa pengakuan
Ini berkaitan dengan external validation dependency.
7. Sulit Menikmati Hidup atau Bersantai
Orang yang terbiasa hidup dalam struktur ketat sering merasa bersalah saat tidak produktif.
Tandanya:
Tidak nyaman saat santai
Selalu merasa harus “melakukan sesuatu”
Overwork
Dalam psikologi, ini sering terkait dengan productivity guilt.
8. Sangat Bertanggung Jawab (Kadang Berlebihan)
Sisi positifnya, banyak dari mereka tumbuh menjadi individu yang sangat dapat diandalkan. Namun, ini juga bisa menjadi beban.
Ciri-ciri:
Sulit mengatakan “tidak”
Mengambil terlalu banyak tanggung jawab
Merasa harus selalu kuat
Ini bisa berkembang menjadi over-responsibility schema dalam terapi skema.
Penutup
Pola asuh orang tua yang ketat tidak selalu buruk—banyak nilai positif seperti disiplin dan tanggung jawab yang terbentuk. Namun, penting untuk menyadari bahwa beberapa pola perilaku yang muncul saat dewasa mungkin bukan sepenuhnya pilihan sadar, melainkan hasil dari pengalaman masa kecil.
Kesadaran adalah langkah pertama untuk berubah. Dengan memahami asal-usul perilaku tersebut, seseorang bisa mulai:
Mengembangkan self-compassion
Membangun kepercayaan diri
Menentukan identitas yang lebih autentik

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
