Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Maret 2026 | 21.20 WIB

Orang yang Tetap Terbuka terhadap Perubahan Setelah Usia 60 Tahun Biasanya Memiliki 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tetap terbuka terhadap perubahan./Freepik/prostooleh - Image

seseorang yang tetap terbuka terhadap perubahan./Freepik/prostooleh

JawaPos.com - Banyak orang menganggap usia 60 tahun sebagai fase “menetap”—masa di mana perubahan dianggap melelahkan, dan kenyamanan menjadi prioritas utama.

Namun, psikologi modern justru menunjukkan hal sebaliknya: ada banyak individu di usia lanjut yang tetap fleksibel, terbuka, dan bahkan berkembang lebih pesat dibandingkan saat mereka muda.

Apa rahasianya?

Penelitian dalam bidang psikologi perkembangan dan penuaan menunjukkan bahwa kemampuan untuk menerima perubahan tidak semata-mata ditentukan oleh usia, melainkan oleh pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.

Orang-orang yang tetap adaptif setelah usia 60 tahun cenderung memiliki kebiasaan mental dan emosional tertentu yang menjaga mereka tetap “hidup” secara psikologis.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (18/3), terdapat tujuh kebiasaan utama yang sering mereka miliki:

1. Mereka Mempertahankan Rasa Ingin Tahu


Orang yang terbuka terhadap perubahan tidak pernah berhenti belajar. Mereka tidak melihat usia sebagai batas untuk mencoba hal baru—justru sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi hal-hal yang dulu belum sempat dilakukan.

Secara psikologis, rasa ingin tahu berkaitan erat dengan growth mindset—keyakinan bahwa kemampuan bisa terus berkembang. Individu yang mempertahankan rasa ingin tahu cenderung lebih mudah menerima perubahan karena mereka melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman.

Contohnya sederhana: belajar teknologi baru, mencoba hobi baru, atau bahkan sekadar terbuka terhadap cara berpikir generasi yang lebih muda.

2. Mereka Menerima Ketidakpastian sebagai Bagian Hidup


Salah satu alasan banyak orang menolak perubahan adalah karena perubahan membawa ketidakpastian. Namun, individu yang tetap fleksibel di usia lanjut justru sudah berdamai dengan hal ini.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan tolerance for ambiguity—kemampuan untuk tetap tenang meskipun situasi tidak sepenuhnya jelas. Mereka tidak membutuhkan semua hal berjalan sesuai rencana untuk merasa aman.

Alih-alih melawan perubahan, mereka belajar menyesuaikan diri dan menemukan makna di dalamnya.

3. Mereka Tetap Terhubung Secara Sosial


Keterbukaan terhadap perubahan juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Orang yang aktif bersosialisasi cenderung lebih sering terpapar perspektif baru, ide baru, dan pengalaman baru.

Hubungan sosial yang sehat membantu seseorang:

Mengurangi rasa takut terhadap hal baru

Mendapat dukungan emosional

Tetap relevan dengan perubahan zaman

Isolasi sosial, sebaliknya, sering membuat seseorang semakin kaku dalam berpikir.

4. Mereka Tidak Terlalu Melekat pada Masa Lalu

Banyak orang kesulitan menerima perubahan karena terlalu terikat pada “cara lama” atau nostalgia masa lalu. Sementara itu, individu yang adaptif mampu menghargai masa lalu tanpa harus hidup di dalamnya.

Secara psikologis, ini berkaitan dengan kemampuan letting go—melepaskan hal-hal yang tidak lagi relevan.

Mereka memahami bahwa:

“Apa yang berhasil dulu belum tentu cocok untuk sekarang.”

Dengan pola pikir ini, perubahan tidak terasa seperti kehilangan, tetapi sebagai penyesuaian alami.

5. Mereka Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional


Orang yang tetap terbuka terhadap perubahan biasanya memiliki regulasi emosi yang baik. Mereka mampu mengelola stres, kecemasan, dan ketakutan yang muncul saat menghadapi hal baru.

Beberapa kebiasaan yang sering mereka lakukan:

Refleksi diri

Bersyukur

Tidak mudah reaktif terhadap masalah

Menerima emosi tanpa menghakimi diri sendiri

Psikologi menunjukkan bahwa stabilitas emosional adalah kunci fleksibilitas mental.

6. Mereka Memiliki Tujuan Hidup

Memiliki tujuan membuat seseorang tetap bergerak maju, terlepas dari usia. Orang yang punya “alasan untuk bangun di pagi hari” lebih cenderung menerima perubahan sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka.

Tujuan ini tidak harus besar. Bisa berupa:

Ingin tetap sehat

Ingin membantu keluarga

Ingin belajar sesuatu yang baru

Ingin berkontribusi pada komunitas

Tujuan memberikan arah, dan arah membuat perubahan terasa lebih bermakna.

7. Mereka Berani Keluar dari Zona Nyaman


Kebiasaan terakhir—dan mungkin yang paling penting—adalah keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Orang yang tetap berkembang di usia 60+ tidak selalu merasa nyaman saat menghadapi perubahan. Namun, mereka tetap melangkah meskipun ada rasa tidak nyaman.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan psychological flexibility—kemampuan untuk bertindak sesuai nilai hidup, meskipun menghadapi ketidaknyamanan.

Mereka tidak menunggu rasa takut hilang. Mereka bertindak bersamaan dengan rasa takut itu.

Penutup


Usia bukanlah penghalang untuk berkembang. Justru, bagi banyak orang, usia 60 tahun ke atas adalah masa di mana mereka memiliki kebijaksanaan, pengalaman, dan ketenangan yang membuat mereka lebih siap menghadapi perubahan.

Kunci utamanya bukan pada usia, melainkan pada kebiasaan:

Tetap ingin tahu

Menerima ketidakpastian

Terhubung dengan orang lain

Tidak terjebak masa lalu

Menjaga kesehatan mental

Memiliki tujuan

Berani keluar dari zona nyaman

Perubahan akan selalu menjadi bagian dari hidup. Yang membedakan hanyalah bagaimana kita memilih untuk meresponsnya
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore