
seseorang yang tetap terbuka terhadap perubahan./Freepik/prostooleh
JawaPos.com - Banyak orang menganggap usia 60 tahun sebagai fase “menetap”—masa di mana perubahan dianggap melelahkan, dan kenyamanan menjadi prioritas utama.
Namun, psikologi modern justru menunjukkan hal sebaliknya: ada banyak individu di usia lanjut yang tetap fleksibel, terbuka, dan bahkan berkembang lebih pesat dibandingkan saat mereka muda.
Apa rahasianya?
Penelitian dalam bidang psikologi perkembangan dan penuaan menunjukkan bahwa kemampuan untuk menerima perubahan tidak semata-mata ditentukan oleh usia, melainkan oleh pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.
Orang-orang yang tetap adaptif setelah usia 60 tahun cenderung memiliki kebiasaan mental dan emosional tertentu yang menjaga mereka tetap “hidup” secara psikologis.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (18/3), terdapat tujuh kebiasaan utama yang sering mereka miliki:
1. Mereka Mempertahankan Rasa Ingin Tahu
Orang yang terbuka terhadap perubahan tidak pernah berhenti belajar. Mereka tidak melihat usia sebagai batas untuk mencoba hal baru—justru sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi hal-hal yang dulu belum sempat dilakukan.
Secara psikologis, rasa ingin tahu berkaitan erat dengan growth mindset—keyakinan bahwa kemampuan bisa terus berkembang. Individu yang mempertahankan rasa ingin tahu cenderung lebih mudah menerima perubahan karena mereka melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman.
Baca Juga:Rahasia 4 Zodiak Paling Berpotensi Mendapat Uang Kaget di Akhir Maret 2026 Ini Terbukti Akurat
Contohnya sederhana: belajar teknologi baru, mencoba hobi baru, atau bahkan sekadar terbuka terhadap cara berpikir generasi yang lebih muda.
2. Mereka Menerima Ketidakpastian sebagai Bagian Hidup
Salah satu alasan banyak orang menolak perubahan adalah karena perubahan membawa ketidakpastian. Namun, individu yang tetap fleksibel di usia lanjut justru sudah berdamai dengan hal ini.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan tolerance for ambiguity—kemampuan untuk tetap tenang meskipun situasi tidak sepenuhnya jelas. Mereka tidak membutuhkan semua hal berjalan sesuai rencana untuk merasa aman.
Alih-alih melawan perubahan, mereka belajar menyesuaikan diri dan menemukan makna di dalamnya.
3. Mereka Tetap Terhubung Secara Sosial
Keterbukaan terhadap perubahan juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Orang yang aktif bersosialisasi cenderung lebih sering terpapar perspektif baru, ide baru, dan pengalaman baru.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
