
seseorang yang menyadari ketidakcerdasannya./Freepik/freepik
JawaPos.com - Dalam psikologi komunikasi dan kecerdasan emosional, bahasa bukan hanya alat bicara, tetapi cerminan cara berpikir, kedewasaan mental, dan kedalaman intelektual seseorang.
Menariknya, banyak penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang benar-benar cerdas justru menghindari kata-kata tertentu, karena kata-kata tersebut menunjukkan pola pikir dangkal, defensif, atau emosional yang tidak sehat.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (6/2), terdapat 7 kata/ungkapan yang perlahan ditinggalkan oleh orang-orang cerdas setelah mereka menyadari bahwa kata-kata ini sebenarnya tidak mencerminkan kecerdasan, melainkan kelemahan psikologis.
1. “Pokoknya”
Kata pokoknya sering digunakan untuk menutup diskusi:
“Pokoknya aku benar.”
Secara psikologis, ini menunjukkan:
Penolakan berpikir kritis
Ketidakmampuan menerima sudut pandang lain
Ego defensif
Orang pintar justru terbiasa berkata:
“Menurut datanya…”
“Kalau kita lihat dari sudut pandang lain…”
Psikologi menyebut ini sebagai closed mindset — pola pikir tertutup terhadap informasi baru.
2. “Semua orang juga begitu”

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
