
seseorang yang terlalu sering meminta maaf./Freepik/katemangostar
JawaPos.com - Di sekitar kita, selalu ada orang yang mudah berkata “maaf ya…” bahkan untuk hal-hal kecil—terlambat beberapa detik, meminta tolong, atau sekadar menanyakan sesuatu yang sebenarnya wajar.
Kebiasaan ini sering dianggap sebagai bentuk kesopanan, namun dalam psikologi, perilaku meminta maaf berlebihan (over-apologizing) dapat menjadi sinyal adanya pola yang terbentuk sejak kecil.
Tidak selalu berarti mereka lemah atau kurang percaya diri; justru, perilaku ini biasanya berakar pada pengalaman masa awal yang penuh tekanan, tuntutan, atau ketidakamanan emosional.
Seakan-akan kata “maaf” menjadi perisai yang memungkinkan mereka bertahan dan diterima.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (11/11), terdapat tujuh pengalaman yang paling sering menjadi dasar kebiasaan tersebut.
1. Dibesarkan dalam Lingkungan yang Mengagungkan Kepatuhan
Sebagian anak tumbuh di keluarga yang menilai kesopanan identik dengan tunduk, patuh, dan tidak banyak bicara.
Ketika pendapat pribadi jarang dihargai, anak belajar bahwa menjadi “baik” berarti tidak merepotkan siapa pun—termasuk dengan terus meminta maaf bahkan ketika tidak salah.
Dalam pola ini, “maaf” digunakan untuk menenangkan lingkungan sekitar dan menegaskan bahwa dirinya tidak mengancam harmoni keluarga.
2. Orangtua yang Mudah Marah atau Tidak Stabil secara Emosional
Ketika orangtua mudah meledak atau tidak dapat diprediksi, anak belajar mengambil peran sebagai penjaga stabilitas emosi.
Mereka menggunakan permintaan maaf sebagai cara menghindari konflik atau hukuman.
Seiring waktu, strategi ini terus terbawa bahkan saat mereka sudah dewasa—merasa bersalah sebelum kesalahan terjadi.
3. Dibiasakan Menjadi “People Pleaser” Sejak Kecil

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
