Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 17.12 WIB

11 Ungkapan yang Tidak Pernah Keluar dari Mulut Orang dengan Keterikatan dalam Hubungan: Panduan Memahami Perbedaan Sehat dan Tidak Sehat

Temukan 11 kalimat yang tidak akan pernah diucapkan oleh seseorang dengan keterikatan aman dalam hubungan../freepik. - Image

Temukan 11 kalimat yang tidak akan pernah diucapkan oleh seseorang dengan keterikatan aman dalam hubungan../freepik.

JawaPos.com-Banyak orang bermimpi memiliki hubungan yang stabil, penuh cinta, dan saling percaya. Namun, tidak semua hubungan berjalan demikian. Sebagian diwarnai keraguan, kecemasan, dan perasaan tidak cukup baik. Perbedaan utama antara keduanya sering kali terletak pada gaya keterikatan yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Psikologi modern, khususnya teori keterikatan (attachment theory), menjelaskan bahwa keterikatan aman adalah fondasi hubungan yang sehat. Orang dengan keterikatan aman biasanya memiliki kepercayaan diri, rasa aman terhadap komitmen, dan kemampuan untuk membangun komunikasi yang terbuka. Mereka tidak perlu terus-menerus mencari validasi atau merasa was-was akan kehilangan pasangan.

Sebaliknya, mereka yang memiliki keterikatan tidak aman (entah itu anxious, avoidant, atau fearful-avoidant) sering kali mengucapkan kalimat-kalimat yang mencerminkan ketidakpastian, rasa takut, atau bahkan manipulasi emosional.

Dilansir dari laman Your Tango, dalam artikel ini, kita akan membahas 11 ungkapan yang tidak akan pernah diucapkan oleh orang dengan keterikatan aman dalam hubungan, beserta alasan psikologisnya, contoh nyata, dan tips bagaimana mengubah pola pikir agar hubungan Anda menjadi lebih sehat.

1. “Apakah kamu mencintaiku?”

Pada hubungan yang aman, cinta bukanlah sesuatu yang perlu dipertanyakan setiap hari. Orang dengan keterikatan aman percaya pada konsistensi tindakan pasangan mereka. Mereka memahami bahwa cinta terlihat dari perhatian, komitmen, dan kepedulian yang konsisten, bukan sekadar kata-kata.

Mengapa ini tanda hubungan tidak aman?
Jika Anda sering bertanya “Apakah kamu mencintaiku?”, itu biasanya karena rasa cemas atau takut ditinggalkan. Menurut penelitian psikologi, ini adalah gejala dari attachment anxiety, di mana seseorang butuh kepastian konstan untuk merasa aman.

Contoh nyata:

  • Seseorang yang selalu mengirim pesan “kamu sayang aku kan?” setiap kali pasangan sibuk bekerja.

  • Merasa panik ketika pasangan lupa mengatakan “I love you” sebelum tidur.

  • Tips membangun rasa aman:
    Latih self-validation dengan mengingat momen-momen nyata di mana pasangan menunjukkan cinta melalui tindakan, bukan hanya kata-kata.

    2. “Pasti menyenangkan punya pasangan yang…”

    Kalimat ini biasanya diucapkan dengan nada membandingkan, seperti “Pasti enak ya kalau pasangan sering kasih bunga” atau “Pasti bahagia ya kalau pacarnya rajin bikin sarapan.”

    Mengapa ini berbahaya?
    Kalimat ini menyiratkan ketidakpuasan dan passive-aggressive communication. Orang dengan keterikatan aman cenderung menyampaikan kebutuhan secara langsung tanpa sindiran.

    Contoh nyata:

    • Mengeluh di media sosial tentang kurangnya perhatian pasangan.

  • Menyindir pasangan saat melihat pasangan lain romantis.

  • Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore